LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pertamina cium peluang ekspor BBM ke Papua Nugini

General Manager Pertamina MOR VIII, Tengku Fernanda menjelaskan, kini Pertamina diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri, namun dengan akan terjalinnya kerja sama dagang antarkedua negara, maka pengembangan pasar BBM bisa saja dilakukan.

2018-03-22 15:15:44
Pertamina
Advertisement

Manajemen PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII Maluku-Papua menyium peluang ekspor bahan bakar minyak (BBM) khusus ke Papua Nugini (PNG). Ini didukung pembicaraan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan PNG mulai memasuki tahap akhir.

General Manager Pertamina MOR VIII, Tengku Fernanda menjelaskan, kini Pertamina diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri, namun dengan akan terjalinnya kerja sama dagang antarkedua negara, maka pengembangan pasar BBM bisa saja dilakukan.

Dia mengakui Pertamina pernah punya rencana tersebut, tetapi untuk merealisasikannya ada dua hal yang perlu dikaji.

Advertisement

"Pertama dari sisi keekonomiannya, kita akan suplai dari mana, kalau ke PNG paling dekat dari TBBM Jayapura, sementara Jayapura disuplai dari TBBM Wayame dan Wayame disuplai dari Kilang Balikpapan, jadi jalannya jauh," ujarnya seperti ditulis Antara.

"Nah nanti apakah harga keekonomiannya masih bersaing bila dibandingkan PNG impor dari Australia atau negara lainnya," sambung dia.

Selain itu, dari sisi regulasi yang hingga kini belum memungkinkan untuk Pertamina melakukan ekspor BBM dan hal tersebut terkait dengan volume produksi kilang minyak yang dikelola Pertamina. "Kecuali pada suatu saat produksi kilang kita berlebih mungkin kita bisa mintakan izinnya ke Kementerian Perdagangan," katanya.

Advertisement

Fanda melihat hal yang paling mudah dilakukan adalah membangun sebuah lembaga penyalur di kawasan perbatasan Skouw-Wutung, namun khusus untuk memasarkan BBM non subsidi.

Baca juga:
Penjelasan Pertamina terkait truk tangki BBM terbakar di Tol Merak
Holding BUMN migas ditargetkan terbentuk minggu depan
Kilang Langit Biru Cilacap produksi BBM standar Euro 4 di akhir 2018
Pertamina: Harga Premium sebenarnya Rp 8.600 dan Solar Rp 8.350 per liter
Dalam 2 bulan, Pertamina rugi Rp 3,9 triliun jual Premium dan Solar

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.