Pertamina bisa ikut kelola Blok Masela usai 2028
Kontrak Inpex di Masela sendiri akan berakhir pada 2028.
PT Pertamina (Persero) mengaku secara terbuka untuk ikut ambil bagian dalam mengelola Blok Masela, Maluku yang sudah diputuskan dibangun di darat atau onshore. Namun keinginan tersebut masih belum terealisasi karena Pertamina masih melakukan pembicaraan dengan pemerintah dan Inpex serta Shell selaku operator.
Staf ahli Bidang Energi Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Haposan Napitupulu mengatakan Pertamina bisa saja mengambil kesempatan tersebut saat perundingan kerja sama Indonesia dan Inpex pada 2018. Kontrak Inpex sendiri akan habis pada 2028, yang berarti 10 tahun sebelum kontrak habis, Inpex pasti akan berunding dengan pemerintah Indonesia untuk memperpanjang kontrak hingga 20 tahun lagi, atau berakhir di 2048.
"Disitu titik masuknya. Inpex negosiasi, minta perpanjang, pemerintah bisa mengajukan syarat, yakni kontrak bisa diperpanjang dengan syarat Pertamina dilibatkan," ujar Haposan di kantornya, Jakarta, Senin, (11/4).
Untuk mewujudkannya, kata Haposan, pemerintah harus membantu memfasilitasi Pertamina untuk bisa mengelola sumber daya alam dalam negeri. Kendati demikian, pemerintah boleh melibatkan Pertamina dalam pengelolaan blok tersebut.
"Alangkah baiknya kalau Pertamina dilibatkan. Di negara-negara lain begitu, BUMN mereka terlibat dalam eksplorasi sumber daya dalam negeri mereka," pungkas dia.
Baca juga:
ESDM bakal fasilitasi Pertamina ikut kelola Blok Masela
Blok Masela dibangun di darat, perlu strategi penguatan pertahanan
Inpex patuhi instruksi pemerintah bangun Masela pakai skema darat
Pasok pekerja Blok Masela, ESDM gandeng Kemenristek DIKTI
Kuartal I-2016, produksi minyak Pertamina naik 14 persen
Pertamina klaim produksi minyak Blok Cepu tembus 170.000 bph