Pertamina akui stok BBM di sejumlah daerah rawan krisis
Pertamina akui stok BBM di sejumlah daerah rawan krisis. Salah satunya di Kalimantan (MOR VI) di mana stok hanya cukup untuk 22 hari. Maka dari itu, dia mengatakan salah satu cara yang akan diambil Pertamina adalah dengan membangun tangki-tangki penampungan BBM di wilayah yang stoknya kurang.
Direktur Pemasaran PT Pertamina, Muchamad Iskandar, mengatakan masih ada wilayah operasi (Marketing Operation Regoin/MOR) yang tidak terlalu aman keadaan stok bahan bakar minyaknya (BBM). Salah satunya di Kalimantan (MOR VI) di mana stok hanya cukup untuk 22 hari.
"MOR II (Sumbagsel) itu kapasitasnya 19 hari. Di situ tidak punya basis terminal besar, jadi dibantu dari Jawa juga dari MOR I," ungkapnya di DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/8).
Keadaan ini menurut Iskandar, tentu amat berbeda dengan beberapa wilayah operasi lain yang punya stok yang cukup memadai seperti Jawa. "MOR I masih cukup handal 40,9 hari. Di mana, ada tiga terminal utama yakni Tanjung Uban, Sambu, dan dan Terminal Padang. Jadi back up untuk wilayah yang lain (yang mengalami kekurangan)," ujarnya.
Maka dari itu, dia mengatakan salah satu cara yang akan diambil Pertamina adalah dengan membangun tangki-tangki penampungan BBM di wilayah yang stoknya kurang. "Kita akan bangun tangki-tangki baru di terminal yang kelihatan belum berimbang antara penyaluran dan kapasitasnya," pungkasnya.
Berikut daftar kapasitas setiap Marketing Operation Regional Pertamina:
MOR I (Medan) kapasitas 40,9 hari
MOR II (Sumbagsel) kapasitas 19 hari
MOR III (Bandung) kapasitas 40,4 hari
MOR IV (Semarang) kapasitas 25,6 hari
MOR V (Surabaya) kapasitas 45,2 hari
MOR VI (Balikpapan) kapasitas 22 hari
MOR VII (Makassar) kapasitas 34,8 hari
MOR VII (Jayapura) kapasitas 39,7 hari.
Baca juga:
ESDM kaji usulan BPH Migas beri Rp 1 triliun ke Pertamina
Tiga nama ini diajak Pertamina ke Sirkuit Jerez Spanyol
Strategi Pertamina kurangi penyebaran HIV/AIDS di wilayah operasi
Pertamina sulap SD reyot pinggir sawah Tuban jadi megah
BPH Migas usul beri Rp 1 T dari setoran badan usaha sukseskan program BBM satu harga
HUT RI ke-72, Pertamina bagi-bagi Rp 4,12 miliar di Boyolali
Bos Pertamina beberkan alasan perombakan direksi