Pertamina akui kecolongan, kecurangan SPBU Rempoa gunakan modus baru
"Audit bulan Januari, Februari, dan Mei itu hasilnya bagus. Tapi ternyata dia menggunakan teknologi untuk mengakali."
PT Pertamina (Persero) menegaskan, dalam audit perseroan, stasiun pengisian bahan bakar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Pahlawan, Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan tidak ada indikasi kecurangan. Namun, nyatanya pengelola SPBU tersebut memanfaatkan teknologi baru untuk mengakali audit Pertamina.
"Ini oknum SPBU. Audit bulan Januari, Februari, dan terakhir Mei itu hasilnya bagus. Tapi ternyata dia menggunakan teknologi untuk mengakali, ini modus baru. Kita harus melakukan perbaikan," ujar General Manajer Pertamina Jawa Barat, Jumali, dalam konferensi pers di SPBU COCO Abdul Muis, Jakarta, Selasa (7/6).
Atas aksi nakal tersebut, kata Jumali, pihaknya telah menutup operasi SPBU dengan kode 34-12305 tersebut. Namun demikian, pihaknya tetap menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Ciputat.
"Kami tidak akan mentolerir, mulai kemarin kami sudah tidak menyalurkan BBM ke SPBU tersebut, kami blok, sudah tidak beroperasi lagi. Kebutuhan BBM di sekitar wilayah itu kami jamin tetap terpenuhi," kata dia.
Sebelumnya, berdasarkan informasi dari masyarakat, aparat kepolisian mengungkap kecurangan Pengelola SPBU Rempoa. SPBU tersebut menggunakan alat canggih berupa alat pengendali jarak jauh atau remote kontrol untuk mengurangi jumlah takaran BBM. Alat ini bisa mengelabui pemeriksaan Metrologi Legal dari Pertamina.
"Mereka menggunakan alat yang cukup canggih berupa remote. Bisa dibuat normal. Begitu alat dinyalakan mereka kemudian bermain," kata Kasubdit Sumdaling Diskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ade Vivid di lokasi.
Ade mengatakan, saat ini tiga pengelola dan dua orang pengawas SPBU telah ditetapkan sebagai tersangka menggunakan mesin digital regulator stabilizer merek Bostech. Alat ini berfungsi untuk mempengaruhi daya arus listrik yang mengalir dari dispenser pengisian BBM ke tangki kendaraan milik konsumen.
Kemudian, lanjutnya, pelaku menggunakan komponen tambahan merek Omron yang dimasukkan dalam dispenser pengisian BBM. Sehingga, alat ini dapat mempengaruhi putaran mesin dalam dispenser pengisian BBM sehingga jumlah BBM yang keluar dari Nozzle tidak sebagaimana mestinya.
"Pelaku kemudian menggunakan pengendali jarak jauh atau remote control dari yang diaktifkan dari ruangan kantor di lantai dua," tuturnya.
Baca juga:
SPBU Rempoa kurangi takaran, Pertamina isyaratkan kecolongan
Tatsuno dan mitos keakuratan takaran BBM
Akal bulus operator SPBU
Di balik kecurangan SPBU