Pertalite disubsidi, Pertamina yakin bakal raup untung
"Kehadiran Pertalite ini untuk mengurangi rugi premium."
PT Pertamina masih menyubsidi pertalite sebesar Rp 400 per liter. Di sisi lain, saat ini, perusahaan energi pelat merah itu mengalami kerugian sebesar Rp 12,63 triliun dari penjualan premium.
Ini lantaran Pertamina kenyataannya juga masih menyubsidi premium sebesar Rp 1.000 per liter. Dengan demikian, logikanya, Pertamina justru menambah beban dengan memproduksi pertalite.
Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, kehadiran pertalite untuk mengompensasi kerugian dari penjualan premium. Dia yakin Pertamina bakal meraup untung dalam penjualan bensin oktan 90 tersebut.
"Kehadiran Pertalite ini untuk mengurangi rugi premium. Baru nanti akan mendapatkan laba karena kami boleh menentukan harga Pertalite," ujarnya kepada merdeka.com di Jakarta, Rabu (5/8).
Bambang meyakini masyarakat pengguna premium bakal beralih ke pertalite.
"Kalau premium rugi Rp 1.000, tapi Pertalite rugi Rp 400, kalau Anda yang jual, pilih jual apa? Berapapun Pertalite terjual, jelas mengurangi rugi Premium," kata dia.
Terpisah, Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia Ferdinand Hutahaean meminta Pertamina untuk membeberkan data ke publik terkait kerugian penjualan premium.
"Mereka sering sebut rugi jual premium tetapi mengeluarkan produk baru yang harganya di bawah harga keekonomian premium," katanya.
(mdk/yud)