Perry Warjiyo beberkan bukti ketahanan ekonomi Indonesia masih sangat kuat
Faktor pertama ialah fundamental ekonomi Indonesia cukup baik, inflasi yang rendah dan jauh lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya serta stabilitas sistem keuangan di mana defisit fiskal terjaga dan pertumbuhan ekonomi yang sedang membaik.
Gubernur Bank Indonesia (BI),Perry Warjiyo menegaskan bahwa ketahanan perekonomian Indonesia masih cukup kuat. Setidaknya, ada tiga faktor yang bisa membuktikan hal tersebut.
Faktor pertama ialah fundamental ekonomi Indonesia cukup baik, inflasi yang rendah dan jauh lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya serta stabilitas sistem keuangan di mana defisit fiskal terjaga dan pertumbuhan ekonomi yang sedang membaik.
"Faktor itu menunjukkan kondisi fundamental kita cukup baik dan lebih baik dari tekanan sebelumnya," kata Perry, di Gedung Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Senin (28/5).
Yang kedua, Perry menjelaskan bahwa saat ini Indonesia memiliki keberanian dan kesiapan untuk melakukan langkah kebijakan terkoordinasi yang bertujuan mengatasi berbagai permasalahan.
"Ketiga, kita mempunyai bantalan yang cukup kuat dalam mengatasi sejumlah tekanan eksternal, buffernya itu cadangan devisa yang cukup, terakhir USD 124 miliar dan lebih dari cukup untuk pembayaran impor, utang luar negeri atau antisipasi capital revearsal," ujarnya.
Selain itu, saat ini Indonesia sudah memiliki undang-undang mengenai pencegahan dan penanganan krisis yaitu UU No 9 Tahun 2016.
"Jadi tiga faktor ini yang menunjukkan kenapa Indonesia ketahanannya cukup kuat."
Baca juga:
Sri Mulyani sebut kenaikan suku bunga BI bisa stabilkan Rupiah
BI agendakan RDG tambahan pada 30 Mei 2018, ini alasannya
Berdampak ke pertumbuhan ekonomi, Bos BI apresiasi pemberian THR PNS lebih besar
Yakinkan Rupiah baik-baik saja, bos BI kumpulkan pelaku perbankan dan pengusaha
Ini tanda-tanda krisis ekonomi versi Bank Indonesia