Perry mengaku sanggup jalankan permintaan DPR
Perry dipandang bisa mengendalikan inflasi. Hal itu bisa mendukung fokus BI setelah berpisah dengan OJK.
Setelah dicalonkan sebanyak empat kali, akhirnya mantan Asisten Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Pada pemilihan kali ini, Perry bersaing dengan Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, Hendar.
Sebagai Deputi Gubernur, Perry berkomitmen untuk menjalankan program yang telah dipaparkannya selama uji kelaikan dan kepatutan (fit and proper test) di hadapan anggota Komisi XI DPR RI.
"Ya intinya ini agenda yang akan saya laksanakan, terima kasih kasih atas supportnya. Semoga saya bisa menjalan tugas ini dengan baik," kata Perry kepada wartawan, Kamis (14/3).
Menurut Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis, Perry memiliki kompetensi di bidang moneter. "(Perry) cukup kompeten dalam pengendalian inflasi. Fokus BI setelah OJK, fokus ke moneter, pokoknya inflasi. Dari penjelasan cukup meyakinkan Komisi XI. Terbukti dengan seluruh fraksi menyebut nama yang bersangkutan (Perry Warjiyo)," ungkap Harry.
Pada tahun 2009, Perry dicalonkan menjadi Deputi Gubernur BI untuk pertama kalinya. Pesaingnya saat itu adalah Hartadi Sarwono yang menang secara aklamasi.
Pada tahun 2010, Perry kembali dicalonkan. Pesaingnya kala itu adalah Krisna Wijaya dan Halim Alamsyah, di mana Halim Alamsyah memperoleh suara terbanyak.
Pada 2011, nama Perry kembali dicalonkan menjadi Deputi Gubernur, namun kalah suara dari Ronald Waas.
Kali ini, berhadapan dengan Hendar, Perry berhasil memperoleh kursi Deputi Gubernur Bank Indonesia menggantikan Budi Mulya.
(mdk/rin)