Perlancar Sistem Logistik, Pemerintah Bangun 8 Pelabuhan Terintegrasi
Pemerintah baru saja meresmikan Pelabuhan Batam Center di Kepulauan Riau. Pelabuhan skala internasional ini ditetapkan menjadi pelabuhan utama dalam upaya menciptakan ekosistem logistik nasional.
Pemerintah baru saja meresmikan Pelabuhan Batam Center di Kepulauan Riau. Pelabuhan skala internasional ini ditetapkan menjadi pelabuhan utama dalam upaya menciptakan ekosistem logistik nasional.
"National Logistic Ecosistem ini sudah ada pertama di Batam yang sudah diresmikan," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, Jakarta, Kamis (10/6).
Selain itu, Menko Luhut menyebut, Pemerintah saat ini juga tengah membangun 8 pelabuhan dengan tujuan yang sama di sejumlah wilayah. Pelabuhan-pelabuhan tersebut nantinya akan dibuat terintegrasi agar memudahkan proses pengiriman logistik.
"Muaranya ini semua terintegrasi karena akan membawa efisiensi," kata dia
Selain itu, Menko Luhut juga ingin dalam program tol laut, kapal-kapal pulang pergi dengan membawa muatan penuh. Maka, dia meminta agar Pemerintah Daerah turun tangan dan mengoptimalisasikan kinerja daerah agar ada barang dari daerah yang dijadikan komoditas ke luar wilayah.
Caranya, bisa dengan mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi atau UMKM dan UKM bisa menjual produk ke luar daerah.
"Saya minta optimasi daerah 3TP (terdepan, terpencil, tertinggal dan perbatasan) agar mengisi muatan dari petani, peternak, pengrajin dan masyarakat lainnya," kata dia.
Menko Luhut ingin semua pihak bisa bekerja sama untuk mendorong kesuksesan program ini. "Saya titip kita ayo lakukan pekerjaan ini, tidak mudah dan susah kalau kita kompak melakukannya," kata dia mengakhiri.
Menko Luhut: Kita akan Buldoser yang Halangi Pembangunan Ekosistem Logistik Nasional
Pemerintah Jokowi resmi meluncurkan ekosistem logistik di Batam atau Batam Logistic Ecosystem (BLE) sebagai percontohan untuk ekosistem logistik nasional (National Logistic Ecosystem/NLE).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menargetkan untuk merampungkan pengembangan NLE di 8 pelabuhan Tanah Air pada 2021.
Dia pun mengancam akan membuldoser siapa saja yang menghalangi rencana duplikasi ekosistem logistik nasional tersebut.
"Ini kan ada 8 (pelabuhan) yang besar-besar. Di sini (Batam), Jakarta, (Tanjung) Priok nanti iya, juga Patimban, kemudian Tanjung Emas Semarang dan Surabaya, terus Medan, Makassar, pokoknya 8," tuturnya dalam sesi teleconference, Kamis (18/3/2021).
"Jadi kita mau itu tahun ini jadi. Kami sudah rapat, pokoknya kita bisa. Siapa yang menghalangi kita buldoser itu," tegas dia.
Luhut menjelaskan, platform NLE tersebut nantinya semua akan terintegrasi ke dalam satu sistem.
"Masalah kita di republik ini kita enggak pernah kerja holistik. Bandar udara sama. Supaya tertib. Kan terlalu banyak ketemu sama ini. Tadi kita buat efisiensi tapi efektif," ungkapnya.
Luhut lantas menyoroti, jika negara lain bisa melakukan efisiensi pembiayaan dengan ekosistem logistiknya, kenapa Indonesia tidak. Dia pun ingin menerapkan kebijakan anti dumping untuk menghadapi praktik dumping yang dilakukan oleh negara eksportir.
"Kita punya barang kita dikenakan antidumping. Menteri Perdagangan teriak-teriak. Kita bisa efisien. Kita kenakan antidumping. Kita betul kompetitif," tegas Menko Luhut.
(mdk/bim)