LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Perkembangan Fintech RI Diklaim Tercepat Se-ASEAN

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta, Parjiman mengatakan, saat ini di era digital diwarnai dengan munculnya perusahaan-perusahaan baru atau yang dikenal dengan startup atau perusahaan rintisan yang memanfaatkan perkembangan teknologi.

2022-12-12 11:48:19
Fintech
Advertisement

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta, Parjiman mengatakan, saat ini di era digital diwarnai dengan munculnya perusahaan-perusahaan baru atau yang dikenal dengan startup atau perusahaan rintisan yang memanfaatkan perkembangan teknologi. Perkembangan fintech di Indonesia termasuk yang paling cepat dibandingkan dengan negara di ASEAN.

"Pergerakan startup di Indonesia dapat dikatakan terus mengalami perkembangan yang cukup pesat diantaranya e-commerce dan fintech, kita paling cepat dibanding negara-negara di ASEAN," kata Parjiman dalam Closing Ceremony 4th Indonesia Fintech Summit & Bulan Fintech Nasional 2022, di Yogyakarta, Senin (12/12).

Menurutnya, fintech merupakan salah satu alternatif penyedia jasa keuangan yang menghadirkan pilihan untuk mengakses layanan Jasa Keuangan secara praktis, efisien, nyaman, dan ekonomis. Hal ini memungkinkan berbagai kegiatan finansial seperti transfer dana, pembayaran hingga pengajuan pembiayaan dapat dilakukan secara lebih cepat.

Advertisement

Pesatnya perkembangan fintech menghadirkan tantangan tersendiri, lantaran masih banyak masyarakat yang masih belum paham, dan juga belum tepat dalam penggunaannya terkait dengan fintech. "Pada era saat ini penduduk Indonesia didominasi oleh kalangan milenial. Generasi milenial memiliki potensi besar dalam pelayanan keuangan digital," ujarnya.

Namun permasalahannya adalah terkait tentang literasi keuangan dimana milenial masih belum merata, sehingga dibutuhkan kolaborasi dan sinergi semua pemangku kepentingan yaitu regulator, pelaku industri jasa keuangan, pemerintah daerah, akademisi dan juga pihak-pihak lainnya.

Perkembangan digitalisasi di sektor jasa keuangan tentu meningkatkan risiko operasional, diantaranya muncul praktek pinjaman ilegal, investasi ilegal, pelanggaran perlindungan data pribadi, penipuan dan pelanggaran.

Advertisement

"Kasus-kasus seperti itu dampak negatif pada kepercayaan konsumen terhadap keuangan digital maupun perusahaan fintech," ujar Parjiman.

Dia berharap dengan penyelenggaraan Indonesia fintech ke-4 ini yang sudah diselenggarakan sejak tanggal 11 November sampai dengan hari ini 12 Desember 2022 dapat memberikan manfaat kepada seluruh pihak baik dari perusahaan fintech lokal dan internasional, regulator, lembaga keuangan, investor, akademisi dan pemangku kepentingan utama lainnya guna mempercepat digitalisasi industri jasa keuangan, serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

"Kami berharap ada kolaborasi antara penyelenggara fintech dengan anggota penyelenggara sistem keuangan lainnya dan masyarakat UMKM di dalamnya dapat terus dikembangkan. Selain itu peningkatan pemahaman pelaku UMKM termasuk manfaat dan risiko penggunaan fintech dalam melakukan usaha merupakan hal utama yang harus dilakukan secara berkelanjutan," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Kolaborasi dengan Lazada, Kredito Siap Cairkan Pinjaman Rp300 Miliar
Modalku Catat Pertumbuhan Positif Fasilitas Finansial Bagi Karyawan
Per Oktober 2022, Pembiayaan Fintech Naik Jadi Rp49,34 Triliun
Survei Ini sebut DANA Jadi Dompet Digital Terpopuler
Terungkap, Ini Alasan OJK Wajibkan Modal Fintech Rp25 Miliar

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.