Perdagangan BEI 2020 Ditutup, IHSG Melemah di Level 5.979
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara resmi menutup perdagangan Bursa Efek Indonesia 2020. Usai ditutup Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah dari posisi pembukaan pada pagi tadi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara resmi menutup perdagangan Bursa Efek Indonesia 2020. Usai ditutup Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah dari posisi pembukaan pada pagi tadi.
IHSG ditutup melemah pada perdagangan Rabu (30/12), menjadi 5.979,073 turun 59,101 poin atau 0,95 persen. Padahal pembukaan pagi tadi IHSG naik 19,701 poin (0,33 persen) ke 6.055,875.
"Alhamdulillah situasi mulai membaik dan dalam penutupan mendekati 6.000, walaupun kemarin sudah masuk 6.000," ujar Airlangga usai menekan bel penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/12).
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 51 perusahaan telah melakukan Initial Public Offering (IPO) dan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga per 30 Desember 2020. Adapun sampai dengan saat ini terdapat 713 perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI.
Aktivitas perdagangan BEI pada tahun 2020 juga mengalami peningkatan yang tercermin dari kenaikan rata-rata frekuensi perdagangan yang tumbuh 32 persen menjadi 619 ribu kali per hari di bulan November 2020 dan menjadikan likuiditas perdagangan saham BEI lebih tinggi diantara Bursa-bursa lainnya di kawasan Asia Tenggara.
"Pada periode yang sama, rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) berangsur-angsur pulih dan mencapai nilai Rp9,18 triliun," kata dia.
Sepanjang tahun 2020, jumlah investor di Pasar Modal Indonesia yang terdiri atas investor saham, obligasi, maupun reksadana, mengalami peningkatan sebesar 56 persen mencapai 3,87 juta Single Investor Identification (SID) sampai dengan 29 Desember 2020. Kenaikan investor ini 4 kali lipat lebih tinggi sejak 4 tahun terakhir dari 894 ribu investor pada tahun 2016.
Selain itu, investor saham juga naik sebesar 53 persen menjadi sejumlah 1,68 juta SID. Kemudian, jika dilihat dari jumlah investor aktif harian, hingga 29 Desember 2020 terdapat 94 ribu investor atau naik 73 persen dibandingkan akhir tahun lalu.
"Peningkatan jumlah investor serta aktivitas transaksi investor harian tentu merupakan hasil upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dalam mengedepankan sosialisasi dan edukasi terkait investasi di pasar modal kepada masyarakat," ujar Direktur BEI, Inarno Djajadi.
Baca juga:
IHSG Terperosok 0,24 Persen Jelang Cuti Bersama Natal 2020
Jokowi Reshuffle Kabinet, IHSG Terjun Bebas ke Level 6.023
BEI Luncurkan Indeks Baru IDC ESG Leaders
Seluruh Sektor Saham di Zona Hijau, IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.968
Vaksin Covid-19 di Indonesia dan Optimisme Baru Masyarakat
Berpotensi Menguat, IHSG Masih Dibayangi Aksi Ambil Untung