Perbandingan Vaksin AstraZeneca, Pfizer dan Moderna, Mana Paling Murah?
Salah satu vaksin tersebut yaitu AstraZeneca, yang dikembangkan AstraZeneca PLC bersama Universitas Oxford. Vaksin ini pun diklaim jauh lebih murah dan mudah didapat dibanding vaksin lainnya seperti Pfizer dan Moderna.
Pandemi Covid-19 sudah melanda dunia, termasuk Indonesia selama satu tahun lebih. Berbagai macam cara dilakukan untuk memutus mata rantai penularan, termasuk memproduksi vaksin. Vaksin ini diharapkan bisa mengurangi dampak virus jika seseorang tertular. Berbagai macam vaksin-pun diciptakan untuk melawan virus ini.
Salah satu vaksin tersebut yaitu AstraZeneca, yang dikembangkan AstraZeneca PLC bersama Universitas Oxford. Vaksin ini pun diklaim jauh lebih murah dan mudah didapat dibanding vaksin lainnya seperti Pfizer dan Moderna.
Vaksin Astrazeneca bisa dijual lebih murah karena pencipta vaksin ini tidak mengambil untung terlalu banyak. Terutama saat pandemi seperti ini. Dame Sarah Gilbert, salah satu ilmuwan di balik terciptanya vaksin AstraZeneca enggan mengambil penuh hak paten agar harga vaksin Covid-19 ciptaannya bisa murah.
"Saya ingin buang jauh-jauh gagasan itu (mengambil hak paten penuh), agar kita bisa berbagi kekayaan intelektual dan siapa pun bisa membuat vaksin mereka sendiri," ujar wanita berusia 59 tahun tersebut
Selain itu, vaksin ini mudah didistribusikan karena masih bisa disimpan di suhu 4 derajat dan bisa bertahan sampai 6 bulan.
"Rantai pasokan vaksin sederhana dan kita berjanji tidak mencari keuntungan sama sekali, dan akan memasok ratusan juta dosis," ujar AstraZeneca dalam siaran persnya dikutip dari bussines insider, Jumat (24/7).
Dibanding vaksin lain, seperti Pfizer dan Moderna masih memiliki harga yang jauh lebih mahal dan sulit untuk di simpan. Misalnya, vaksin ini harus selalu berada di suhu minus 94 derajat farenheit dan harus stabil. Selain itu, vaksin ini hanya bisa bertahan 1 bulan dengan suhu lemari es. Jika ingin vaksin ini bertahan sampai kurun waktu 6 bulan maka harus menyimpannya di minus 4 derajat farenheit.
Salah satu Rumah sakit di Amerika Serikat pun seperti Mayo Clinic tidak bisa menyimpan vaksin ini di karenakan tidak mempunyai alat pendingin yang memadai.
Ini menyebabkan perebutan untuk mendapatkan freezer super dingin. Biaya yang dikeluarkan untuk mendapat alat tersebut yakni berkisar 5.000 USD hingga 15.000 USD.
Reporter Magang: Mutiara Syafira
Baca juga:
Menkes Minta Jawa Barat Suntikkan 2,4 Juta Dosis Vaksin, Tak Usah Jadi Cadangan
Cak Imin: Vaksinasi Pasti Gagal Kalau Pemerintah One Man Show
Perjuangan Tenaga Kesehatan India Jalan Kaki Lewat Ladang Demi Vaksinasi Warga
CEK FAKTA: Hoaks, 4 Pemimpin Afrika Meninggal Dunia Karena Vaksin Covid-19
Jeda Lebih Lama Antardosis Vaksin Pfizer Tingkatkan Antibodi Lebih Kuat
Erick Thohir Bertemu Peneliti Vaksin AstraZeneca Asal RI, Ternyata Karyawan BUMN
PKS Minta Pemerintah Setop Impor Vaksin Sinovac