Perang Dagang Diharapkan Tak Berdampak Negatif ke Industri Perbankan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap tingginya eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS)-China tidak berdampak dalam pada industri perbankan Indonesia. Mengingat, ketidakpastian perang dagang antara AS-China juga telah menciptakan fluktuasi pada harga komoditas dalam negeri.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap tingginya eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS)-China tidak berdampak dalam pada industri perbankan Indonesia. Mengingat, ketidakpastian perang dagang antara AS-China juga telah menciptakan fluktuasi pada harga komoditas dalam negeri.
Seperti diketahui, pertumbuhan ekspor global tercatat turun imbas ketidakpastian perang dagang antara dua negara besar tersebut.
"Kalau kita lihat kredit perbankan seperti yang disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), masih sangat positif terutama untuk kredit investasi, modal kerja," terangnya d/2019).
Dia melanjutkan, momentum positif dari industri perbankan ini diharapkan dapat berjalan serupa hingga semester-II 2019 ini.
"Tentu pertumbuhan ekonomi keseluruhan harus tetap terjaga supaya optimisme pelaku usaha tetap positif. Itu supaya mereka juga bisa meningkatkan pendapatan usahanya," ujarnya.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Strategi Pemerintah Jaga Rupiah di 2020
Sri Mulyani Banggakan Ketahanan Indonesia Di Tengah Gejolak Ekonomi Global
Sri Mulyani Dikritik Tak Mampu Lirik Keuntungan dari Perang Dagang
Sri Mulyani: Indonesia Harus Waspadai Risiko Ekonomi Global
Bos OJK Ajak Semua Pihak Manfaat Perang Dagang
Kesepakatan AS dengan Kanada Dan Meksiko Diharapkan Redam Perang Dagang