LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Perang Dagang Bikin Emas Makin Diburu Investor

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China membuat gejolak ekonomi global tidak memberikan banyak pilihan kepada para investor dalam menanamkan investasi.

2019-08-28 15:44:08
Emas
Advertisement

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China membuat gejolak ekonomi global tidak memberikan banyak pilihan kepada para investor dalam menanamkan investasi.

Untuk itu, para investor semakin memburu emas sebagai target investasi yang aman. Sebab, investasi emas memiliki risiko yang paling kecil ketika banyak ketidakpastian di pasar global.

"Emas masih dianggap investasi yang aman oleh para investor," kata Destry di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (28/8).

Advertisement

Sebelumnya, harga emas melonjak 2 persen pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta). Kenaikan ini didorong penafsiran investor terhadap pidato Gubernur The Federal Reserve (The Fed) AS Jerome Powell yang dianggap condong ke arah sikap kebijakan moneter yang dovish.

Selain itu, lonjakan ini juga sebagai dampak dari komentar terakhir Presiden AS Donald Trump yang dinilai memperburuk ketegangan perdagangan dengan China.

Dikutip dari CNBC, harga emas di pasar spot naik 2 persen menjadi USD 1.528,53 per ounce. Harga sebelumnya naik menjadi USD 1.528,50, tertinggi sejak 13 Agustus, ketika telah mencapai puncak tertinggi dalam enam tahun terakhir di level USD 1.534,31.

Advertisement

Sementara harga emas berjangka AS juga naik 2 persen menjadi USD 1.538,6.

"Fakta bahwa dia (Powell) mengatakan bahwa mereka (The Fed) akan bertindak tepat untuk mempertahankan ekspansi cukup bullish untuk emas. Dua alat utama yang mereka miliki adalah pelonggaran kuantitatif (QE) atau tingkat yang lebih rendah. Kedua alat itu akan menyebabkan harga emas naik lebih tinggi," kata Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar Senior di RJO Futures.

"Langkah pagi ini adalah lebih banyak orang membeli emas hanya dengan harapan bahwa suku bunga akan lebih rendah pada akhir tahun," lanjut dia.

Baca juga:
Harga Emas Antam Kembali Naik Jadi Rp772.000 per Gram
Akhir Pekan, Harga Emas Antam Melejit Rp14.000 Menjadi Rp765.000 per Gram
Emas Antam Turun Rp 4.000 per Gram
Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Kembali Turun Menjadi Rp751.000 per Gram
Harga Emas Antam Dibuka Turun Rp1.000 Hari ini Menjadi Rp755.000 per Gram
Harga Emas Antam Meroket Rp7.000 Jadi Rp756.000 per Gram

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.