Per Oktober 2018, Rupiah dan Harga Minyak Meleset Dari Target APBN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS kini rata-rata telah mencapai Rp 14.209 lebih tinggi dari asumsi sebesar Rp 13.400 per USD. Lalu, harga minyak mentah Indonesia (ICP) mencapai USD 68 per barel sementara target APBN USD 48 per barel.
Kementerian Keuangan merilis realisasi Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) pada Oktober 2018. Hingga Oktober, dua asumsi ekonomi makro meleset dari target APBN yaitu nilai tukar Rupiah terhadap USD dan harga minyak mentah.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS kini rata-rata telah mencapai Rp 14.209 lebih tinggi dari asumsi sebesar Rp 13.400 per USD. Lalu, harga minyak mentah Indonesia (ICP) mencapai USD 68 per barel sementara target APBN USD 48 per barel.
"Kurs terdefiasi cukup besar. Masih setara negara lain yang juga bergerak pada USD yang mengalami pengutan. Dalam arti masih dalam range yang cukup baik. Rupiah masih memiliki potensi upsize ke potensi yang lebih kuat," ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (15/11).
Sri Mulyani mengatakan, harga minyak mentah saat ini sudah mulai meninggalkan harga tertinggi. Meski demikian harga minyak mentah per Oktober 2018 masih jauh lebih tinggi dari asumsi awal tahun.
Adapun komponen ekonomi makro lainnya adalah inflasi yang mencapai 3,2 persen (yoy). Angka inflasi ini masih di bawah target yang sebesar 3,5 persen (yoy). Kemudian, lifting minyak mencapai 774 ribu barel per hari, lebih rendah dari asumsi yang sebesar 800 ribu barel per hari.
"Sedangkan untuk lifting gas mencapai 1,13 juta barel setara minyak per hari, sementara asumsinya sebesar 1,2 juta barel setara minyak per hari," jelasnya.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III telah mencapai 5,17 persen. “Pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun diprediksi masih akan konstan 5,17 persen atau dalam range 5,14 hingga 5,21 persen," kata Sri Mulyani.
Baca juga:
Pembayaran Subsidi Energi Tembus Rp 160,4 triliun di Oktober
Oktober 2018, Defisit APBN Capai Rp 237 Triliun
Strategi Pemerintah Optimalkan Pembiayaan Infrastruktur
Pemerintah Klaim Terus Jaga Besaran Utang di APBN Tetap Sehat
LPEM UI: Pertumbuhan 5,2 Persen Untuk 2018 Cukup Prestasi
Ini terobosan SKK Migas dalam menekan cost recovery hulu migas