LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Per Hari Ini, 46 Persen Masyarakat Belum Kembali ke Kota Asal

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut sampai hari ini, Minggu (8/5) masih ada 46 persen pemudik yang belum kembali ke kota asal untuk melakukan perjalanan arus balik. Budi meminta mereka untuk menunda melakukan perjalanan arus balik hari ini karena bisa memicu kepadatan di jalan.

2022-05-08 17:30:00
Arus balik
Advertisement

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut sampai hari ini, Minggu (8/5) masih ada 46 persen pemudik yang belum kembali ke kota asal untuk melakukan perjalanan arus balik. Budi meminta mereka untuk menunda melakukan perjalanan arus balik hari ini karena bisa memicu kepadatan di jalan.

"Silakan kembali setelah hari ini, sehingga ini akan memberikan relaksasi juga bagi kepadatan jalan," kata Budi di Gerbang Tol Cikampek Utama, KM 70, Minggu (8/5).

Budi bahkan menyarankan masyarakat untuk merayakan lebaran ketupat di kampung halaman. Lebaran ketupat merupakan tradisi merayakan hari lebaran bagi mereka yang selesai menjalani puasa sunah Syawal selama 6 hari. Biasanya lebaran ketupat dirayakan masyarakat pantai Utara (Pantura) sepekan setelah lebaran Idulfitri.

Advertisement

"Masyarakat bisa merayakan lebaran ketupat dulu besok," kata Budi.

Dia mengungkapkan, pada H+4 kemarin, Sabtu (7/5) tercatat pergerakan kendaraan mengalami puncak tertinggi. Dari Bakauheni ke Merak, pergerakan kendaraan mencapai lebih dari 37 ribu dalam sehari.

Sementara, untuk jalur tol Semarang ke Jakarta mencapai 170 ribu lebih kendaraan. Jumlah itu menjadi rekor tertinggi sepanjang pengelolaan arus mudik. "Seluruh unsur terkait untuk tetap waspada dan kompak menjaga pergerakan di arus balik tetap terkendali," pinta Budi.

Advertisement

Budi menjelaskan, dengan adanya rekayasa lalu lintas di jalur tol, waktu tempuh perjalanan terbukti menjadi lebih singkat. "Kalau tidak ada rekayasa, perjalanan Semarang ke Jakarta bisa 11 jam. 30 menit. Dengan adanya rekayasa menjadi 6 jam 30 menit," ujarnya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit menyampaikan, pihaknya akan terus meningkatkan pengelolaan dan pengendalian lalin di rest area di jalur tol. Upaya yang dilakukan diantaranya dengan menambah petugas, menghalau masyarakat yang memaksa masuk rest area yang sudah padat dengan menambah pembatas (rubbertone), dan mengoptimalkan pembawa BBM untuk melayani kendaraan yang membutuhkan bensin di jalur tol.

Turut hadir dalam tinjauan, Kepala BPJT, Danang Parikesit, Dirut Jasa Marga Subakti Syuku, Dirut Waskita Toll Road Septiawan Andri Purwanto, Direktur Operasi LMS Agung Prasetyo.

Baca juga:
Penambahan Infrastruktur Jalan Bukan Solusi Utama Urai Kemacetan Saat Mudik
Puncak Arus Balik Kereta Api pada 7 Mei 2022, Capai 157.070 Penumpang
Jalur Puncak Bogor Disekat, Polisi Hibur Pengendara Biar Tidak Bosan
H+4 Arus Balik Capai 170.078 Kendaraan, Jasa Marga: Tertinggi Sepanjang Sejarah
KAI Sediakan 53.921 Tiket Kereta untuk Keberangkatan 9-13 Mei 2022
Polisi Berkuda Amankan Terminal Kampung Rambutan

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.