Per 8 Desember, Xpress Air Buka Penerbangan dari Kalimantan Timur ke Yogyakarta
Xpress Air resmi mengumumkan rute baru penerbangan. Maskapai ini akan melayani penerbangan dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda (SRI) Kalimantan Timur menuju Yogyakarta (JOG), mulai 8 Desember 2018 mendatang.
Xpress Air resmi mengumumkan rute baru penerbangan. Maskapai ini akan melayani penerbangan dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda (SRI) Kalimantan Timur menuju Yogyakarta (JOG), mulai 8 Desember 2018 mendatang.
Dengan menggunakan pesawat jenis Boeing 737-500 berkapasitas 129 kursi, Xpress Air menjadwalkan penerbangan 3 kali dalam sepekan tiap Selasa, Kamis dan Sabtu.
"Benar, kami baru saja dapatkan izin rute Kemenhub kemarin. Jadi, kami buka rute baru, dari Samarinda ke Yogyakarta PP. Ke depan, bukan tidak mungkin kita terbang tiap hari," kata Station Manager Xpress Air Samarinda, Jackson Blasius, kepada merdeka.com, Sabtu (17/11).
Ada dua hal yang jadi pertimbangan Xpress Air, membuka rute baru dari Samarinda. "Rencana baru kita ke Yogyakarta, mulai Juli 2018 kemarin. Tapi perlu proses. Dari segi pasar, Samarinda sangat bagus untuk rute ke Yogyakarta," ujar Jackson.
"Di Samarinda juga kan kota pendidikan di Kaltim dan Kalimantan Utara. Ada juga yang lanjut pendidikan ke Yogyakarta. Juga, dikelilingi daerah lain baik dari Bontang, Tenggarong dan Sangatta," tambahnya.
Kepala Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma Cahyadi dalam keterangan tertulis, juga memastikan Xpress Air rute baru tujuan Yogyakarta (JOG), Wings Air tujuan Berau (BEJ), dan Batik Air rute baru tujuan Jakarta (CGK) dan Makassar (UPG).
"Penerbangan sesuai jadwal yang telah kami informasikan sebelumnya," kata Dodi, Jumat (16/11) kemarin.
Diketahui, Bandara APT Pranoto diresmikan Presiden Joko Widodo, 25 Oktober 2018 lalu. Bandara dengan panjang runway 2.250 meter dan lebar 45 meter itu, punya luas terminal 12.700 meter persegi. Rencananya, per 1 Januari 2019 mendatang, Bandara APT Pranoto dikelola penuh Angkasa Pura I.
Baca juga:
Merpati Bakal Lunasi Pesangon 1.532 Karyawan Senilai Rp 365 miliar
Ini Keuntungan Jika Merpati Kembali Terbang di 2019
Ada Gangguan Indikator, Lion Air JT 561 Rute Solo-Jakarta Batal Terbang
Kementerian BUMN Belum Bisa Pastikan Status Merpati Airlines
Intra Asia Corpora Beri Jaminan Pinjaman Rp 250 Miliar ke Merpati Airlines
Garuda Indonesia Sebut Kerjasama Operasional Tingkatkan Potensi Sriwijaya Air
Sejarah Bisnis Intra Asia Corpora, Perusahaan Calon 'Penyelamat' Merpati Nusantara