Penyeragaman zona waktu diklaim tingkatkan produktivitas
Indonesia timur dan tengah kesulitan menumbuhkan pembangunan karena beda waktu produktivitas.
Pemerintah tengah mengkaji penyatuan zona waktu seluruh wilayah Indonesia menggunakan WITA atau GMT+8. Selama ini, zona waktu dalam negeri terbagi tiga wilayah karena rentan wilayah yang panjang.
"Ini bertujuan untuk pemerataan kondisi ekonomi hingga sosial di tanah air," ujar Kepala Divisi Komunikasi Publik dan Promosi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia Edib Muslim pada merdeka.com, Minggu (11/3).
Penyatuan zona waktu, kata dia, karena wilayah Indonesia timur dan tengah kesulitan untuk menumbuhkan pembangunan dikarenakan perbedaan waktu produktivitas. Pusat perekonomian maupun pemerintahan saat ini berada di wilayah barat Indonesia. "Saat Indonesia timur mulai beraktivitas, barat belum memulai," katanya.
Dia menegaskan perbedaan ini membuat komoditas perdagangan dari kawasan tersebut banyak yang lari ke negara tetangga dan birokrasi pemerintahan menjadi terlambat "Ini juga sebagai langkah efisiensi energi," katanya. Penduduk indonesia yang saat ini terkonsentrasi di barat bisa mengurangi konsumsi energi rumah tangga karena cepatnya aktivitas.
Edib menegaskan persamaan zona waktu akan membuat pembangunan gedung perkantoran pusat ekonomi di Jawa akan lebih merata. Dan menciptakan penyerapan tenaga kerja dan perluasan penyebaran penduduk yang lebih baik. "Tujuan akhirnya ialah membangun daerah di luar Jawa," ujarnya.
(mdk/arr)