Penyederhanaan Rupiah bisa tingkatkan posisi Indonesia di dunia
Pemerintah menekankan proses redenominasi bukan sanering.
Pemerintah menyatakan penyederhanaan mata uang (redenominasi) dapat menjadi cara untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia dan dunia terhadap rupiah. Hal ini penting untuk mendukung peningkatan perekonomian nasional.
Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, mengatakan redenominasi rupiah mencerminkan kesetaraan kredibilitas dengan negara maju lainnya.
"Nilai rupiah akan semakin berharga dan dapat disejajarkan dengan nilai mata uang negara lain," ujarnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (23/1).
Kondisi ekonomi Indonesia yang tengah dalam keadaan kondusif, lanjutnya, merupakan momentum yang baik untuk melaksanakan redenominasi. RUU ini telah diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam program prolegnas tahun ini untuk mendapat legislasi.
"Pelaksanaan redenominasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati khususnya dalam memberikan pemahaman kalau ini bukan sanering," tuturnya.
Penentu keberhasilan implementasi rencana ini ialah dukungan kuat dari seluruh lapisan masyarakat, landasan hukum yang kuat dalam bentuk UU, pemilihan waktu pelaksanaan yang tepat di mana kondisi makro ekonomi harus stabil dan kondisi sosial serta politik harus kondusif.
Selain itu masa transisi harus mencukupi dan sosialisasi intensif kepada masyarakat agar tidak terjadi kenaikan harga-harga secara berlebihan. "Ini akibat tindakan pelaku ekonomi yang memanfaatkan struktur pasar oligopolistik pada beberapa kebutuhan pokok masyarakat Indonesia," jelasnya.
Beberapa negara yang telah berhasil melaksanakan redenominasi antara lain Turki, Romania, Polandia dan Ukraina. Redenominasi juga bertujuan untuk menyempurnakan pertumbuhan Indonesia yang positif.
"Dari sisi nilai tukar, nilai tukar Dolar AS terhadap rupiah tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi kita yang baik," ucapnya.
(mdk/rin)