Penyebab harga saham PGN tergerus tajam
Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat turunnya saham PGN. Selain hasil kinerja laporan keuangan PGN yang kurang bagus, rencana dari pemerintah dalam rangka mengatur harga jual gas juga memengaruhi.
Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (Persero) atau PGN ditutup pada level 1.610 per lembar akhir pekan ini. Angka ini turun 15 basis poin (0,92 persen). Namun, jika dibandingkan dengan kuartal II-2015 yang menyentuh 4.300 per lembar, saham perusahaan BUMN tersebut turun 60 persen
Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat turunnya saham PGN. Selain hasil kinerja laporan keuangan PGN yang kurang bagus, rencana dari pemerintah dalam rangka mengatur harga jual gas juga memengaruhi.
"Hal ini merupakan sentimen negatif yang menyebabkan harga saham PGN mengalami downtrend. Selain itu, adanya ketidakpastian mengenai pendirian holding migas juga menyebabkan kinerja harga saham PGAS mengalami penurunan," katanya saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, akhir pekan ini.
Selain itu, kenaikan harga jual gas bumi dari ConocoPhillips atau COPI di Grissik, Sumatera Selatan ke PT PGN di Batam juga dinilai memberi sentimen negatif kepada investor.
"Faktor ConocoPhillips yang menaikkan harga jual gas ke PGN juga merupakan salah satu hal yang berdampak signifikan terhadap turunnya kinerja emiten PGAS," katanya.
Berdasarkan Surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 5882/12/MEM.M/2017 tanggal 31 Juli 2017, terdapat perubahan harga jual gas bumi dari ConocoPhillips (Grissik) untuk penjualan kepada PT PGN di wilayah Batam, dari USD 2,6 per MMBTU menjadi USD 3,5 per MMBTU untuk volume 27,27-50 billion british thermal unit per day (BBTUD) hingga 2019.
Namun demikian, Nafan optimis kinjera PGN akan tetap positif ke depannya. Apalagi, jika pemerintah bisa membantu dan mengakomodasi iklim investasi. "Regulasi dari pemerintah yang bersifat akomodatif terhadap iklim usaha migas, sehingga akan memicu peningkatan kinerja emiten berbasis ini."
Baca juga:
Harga minyak dunia naik di tengah pertemuan OPEC
Harga minyak dunia bervariasi di tengah mulainya perawatan kilang AS
Indonesia akan ekspor LNG ke Bangladesh
Banyak masyarakat bawah naik kelas, permintaan minyak dunia diprediksi terus meroket
Masih gunakan energi primer, emisi CO2 Indonesia meningkat dua kali lipat