Penyebab Anggaran Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Membengkak
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengungkapkan, beberapa penyebab anggaran proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung mengalami pembengkakan biaya (cost over run) yang tidak sedikit. Salah satunya akibat pandemi Covid-19 yang membuat kondisi perusahaan mengalami tekanan.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengungkapkan, beberapa penyebab anggaran proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung mengalami pembengkakan biaya (cost over run) yang tidak sedikit. Salah satunya akibat pandemi Covid-19 yang membuat kondisi perusahaan mengalami tekanan.
Dia menyebut, para pemegang saham kereta cepat seperti PT Wijaya Karya Tbk terganggu cast flow-nya akibat pandemi Covid-19. Sebab pembangunan-pembangunan dilakukan Perseroan belakangan ini banyak terhambat dan terhenti akibat virus asal China itu.
Kemudian PT Kereta Api Indonesia atau KAI, karena pandemi membuat jumlah penumpang terdampak atau mengalami penurunan drastis. Kondisi itu membuat mereka tidak bisa menyetorkan dananya sesuai apa yang dipersiapkan dalam perencanaan tanpa ada pandemi.
Pemegang saham lainnya seperti Jasa Marga juga babak belur. Dengan kondisi pandemi Covid-19 seluruh program-program mereka banyak terhambat. Apalagi kapasitas tol dalam dua bulan berturut pada saat itu tidak sama dengan yang sebelumnya, sehingga membuat mereka agak sedikit terhambat untuk menyetor dana.
"Kita ingin supaya pembangunan yang tepat waktu. Jangan tertunda dan Corona datang. Ini membuat ada beberapa hal yang menjadi agak terhambat," kata Arya kepada wartawan, Minggu (10/10).
Arya menyebut, saat ini pelaksanaan dan progres daripada pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sendiri sudah cukup bagus yakni sudah 80 persen. Dengan progres tersebut maka mau tidak mau Kereta Cepat Jakarta-Bandung harus tetap dapat berjalan dengan baik dengan suntikan dana dari pemerintah.
Terlebih hampir di negara-negara manapun pemerintahnya juga ikut campur dalam pendanaan kereta api cepat. "Maka mau tidak mau kita harus meminta pemerintah untuk ikut dalam memberikan pendanaan," kata dia.
Sementara, terkait dengan pembengkakan anggaran terjadi Arya menilai masih cukup wajar. Mengingat ini adalah tahap pembangunan awal, di mana sering terjadi perubahan-perubahan desain karena beberapa faktor seperti masalah geologis dan geografis.
"Memang di tengah perjalanan apalagi yang panjang itu di tengah perjalanan ada perubahan-perubahan desain dan berubah dari awalnya yang diperkirakan. Jangan katakan ini salah pencernaan di awal. Bagaimana perhitungannya? hampir semua negara mengalami hal yang sama apa lagi untuk yang pertama kali jadi pasti ada perubahan. Jadi ini yang membuat anggaran menjadi naik," bebernya.
Baca juga:
Jokowi Tugaskan PT KAI Pimpin Konsorsium BUMN Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Jokowi Tunjuk Luhut Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung
PLN Rampungkan 2 Proyek Listrik Tegangan Tinggi Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Melihat Progres Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Kawal Proyek Kereta Api Cepat, Kejati Selamatkan Uang Negara Rp3,2 Triliun
Menjajal Kereta Gantung yang Jadi Solusi Kemacetan Parah di Mexico City