LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Penyaluran kredit perbankan di September 2017 melambat

Meski demikian, Agus mengatakan stabilitas sistem keuangan terjaga meskipun intermediasi perbankan belum cukup kuat.

2017-11-16 20:32:32
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan kredit perbankan di 2017 akan berada di kisaran 8 persen. Sedangkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) diperkirakan ada di kisaran 10 persen.

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo menjelaskan, pertumbuhan kredit di bulan September saja mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

"Pertumbuhan kredit September 2017 tercatat 7,9 persen (yoy), turun dari bulan sebelumnya 8,3 persen (yoy). Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada September 2017 tercatat 11,7 persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya 9,6 persen (yoy)," ungkapnya di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (16/11).

Advertisement

Dengan mempertimbangkan masih rendahnya pertumbuhan kredit tersebut, Agus mengatakan Bank Indonesia menetapkan Countercyclical Capital Buffer (CCB) tidak berubah yaitu 0 persen.

"Kebijakan ini dimaksudkan untuk mendorong upaya bank dalam meningkatkan fungsi intermediasi. Bank Indonesia bersama otoritas terkait akan terus berkoordinasi untuk memastikan stabilitas sistem keuangan dapat tetap terjaga guna mendukung momentum pemulihan ekonomi," kata dia.

Meski demikian, Agus mengatakan stabilitas sistem keuangan terjaga meskipun intermediasi perbankan belum cukup kuat.

Advertisement

Hal tersebut dapat dilihat pada rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan yang cukup tinggi pada level 23,0 persen dan rasio likuidltas (AL/DPK) pada level 22,6 persen di September 2017.

"Pada bulan yang sama, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) berada pada level 2,9 persen (gross) atau 1,3 persen (net)," jelas Agus.

Baca juga:
Oktober, Rupiah melemah terhadap Dolar menjadi Rp 13.528
Bank Indonesia tahan suku bunga acuan di 4,25 persen
Berdayakan ekonomi, bos BI dorong pesantren bangun kerja sama syariah
Peran BI mendukung majunya Fintech di Indonesia
Banyak usaha potensial yang bisa disentuh oleh Fintech

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.