Penyaluran Kredit dari Dana PEN di Perbankan Capai Rp254,37 Triliun
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mencatat realisasi penyaluran kredit dari penempatan dana pemerintah di perbankan mencapai Rp254,37 triliun. Rinciannya, dari bank Himbara senilai Rp218,36 triliun, BPD Rp30,12 triliun, dan bank syariah Rp5,89 triliun.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mencatat realisasi penyaluran kredit dari penempatan dana pemerintah di perbankan mencapai Rp254,37 triliun. Rinciannya, dari bank Himbara senilai Rp218,36 triliun, BPD Rp30,12 triliun, dan bank syariah Rp5,89 triliun.
"Jadi ada leverage atau daya ungkit hampir 4 kali lipat, (atau) 3,9 kali," kata menkeu dalam dalam Konferensi Pers Strategi Implementasi APBN 2021, Selasa (1/12).
Adapun debitur yang mendapatkan pinjaman melalui dana pemerintah itu sebanyak 3,74 juta debitur dengan suku bunga yang lebih murah sebesar 1,95 persen.
Penyaluran kredit juga telah dilakukan kepada 196 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sebesar Rp1,07 triliun. "UMKM menikmati Rp66,99 triliun. Sisanya Rp2,4 triliun dari penempatan dana yang dialokasikan akan dilakukan penempatan dan untuk tetap mendorong kredit," tutur Menkeu Sri Mulyani.
Sebelumnya, total penempatan dana pemerintah sebesar Rp64,5 triliun yang diberikan kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sebesar Rp47,5 triliun, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Rp14 triliun dan bank syariah Rp3 triliun.
Bank Mandiri Telah Salurkan Dana PEN Pemerintah Rp42,6 T Hingga Kuartal III
Bank Mandiri telah merealisasikan penyaluran dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp42,6 triliun hingga kuartal III 2020. Penyaluran dana PEN ini diberikan dengan menyalurkan pembiayaan kepada 133.000 debitur.
"Kami juga menyalurkan dana PEN, sampai September kami salurkan Rp42,6 triliun kepada lebih dari 130.000 debitur," kata SEVP Corporate Banking Bank Mandiri, Arief Ariyana, dalam Webinar LPPI bertajuk Pembiayaan dan Investasi pada Revolusi 4.0 dan Internet of Things (IOT), Jakarta, Kamis (12/11).
Arief mengatakan penyaluran kredit diberikan kepada sektor atau nasabah yang menunjukkan tren pemulihan pasca diterpa dampak pandemi Covid-19. Sasaran utama penerima kredit ini yaitu sektor UMKM dan padat karya.
"Kami mendukung sektor atau nasabah yang masih resilien dan menunjukkan tren pemulihan yang baik," Arief.
Secara rinci, sektor pengolahan menjadi yang terbesar dengan nilai pembiayaan Rp14,9 triliun. Sektor perdagangan sebesar Rp11,5 triliun. Sektor pertanian dan kehutanan sebesar Rp4,8 triliun dan sektor konstruksi sebesar Rp1,5 triliun. Sedangkan Rp9,9 triliun sisanya diberikan ke sektor lainnya.
"Fokus penyaluran ini termasuk di UMKM sektor yang potensi seperti pertanian, perkebunan, peternakan dan lainnya," kata dia.
Selain itu, Bank Mandiri juga telah memberikan pembiayaan sebesar Rp81 triliun kepada 5 sektor prioritas. Antara lain makanan dan minuman sebanyak Rp53 triliun, industri tekstil dan pakaian jadi sebanyak Rp8,1 triliun.
Lalu, industri alat angkutan Rp8,5 triliun dan industri elektronik Rp3,3 triliun. Sedangkan industri kimia, farmasi dan obat tradisional sebanyak 7,9 triliun.
Penyaluran kredit ini, kata Arief, sebagai upaya Bank Mandiri berkontribusi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. "Ini sebagai wujud nyata kami untuk membantu pemulihan ekonomi Indonesia," kata dia mengakhiri.
Reporter: Pipit Ika Ramadhani
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)