LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Penuhi Kebutuhan Vaksin, Pemerintah Jajaki Kerjasama dengan Perusahaan Farmasi Dunia

Pemerintah terus melakukan penjajakan ke lembaga dan perusahaan farmasi dunia untuk terus berupaya memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia. Saat ini, pemerintah telah memperoleh 30 juta dosis vaksin Covid-19 untuk akhir tahun 2020 dan 300 juta dosis untuk tahun 2021.

2020-09-11 12:36:43
erick thohir
Advertisement

Pemerintah terus melakukan penjajakan ke lembaga dan perusahaan farmasi dunia untuk terus berupaya memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia. Saat ini, pemerintah telah memperoleh 30 juta dosis vaksin Covid-19 untuk akhir tahun 2020 dan 300 juta dosis untuk tahun 2021.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir mengatakan, sejak awal, pemerintah telah melakukan penjajakan dengan lembaga-lembaga kesehatan seperti Koalisi untuk Kesiapan dan Inovasi Epidemi (CEPI), badan kesehatan dunia (WHO) hingga Unicef. Sebab, jumlah vaksin yang dibutuhkan masih cukup banyak untuk melakukan imunisasi massal.

"Tentu, perusahaan-perusahaan farmasi multinasional lainnya juga seperti Astrazeneca, Cansino, dan Pfizer, ini kami jajaki. Kita harapkan di 2022 atau bahkan 2021, 30 persen bisa didapatkan," kata Erick dalam tayangan virtual, Jumat (11/9).

Advertisement

Sebelumnya, PT Bio Farma (Persero) telah bekerjasama dengan Sinovac Biotech dari Tiongkok untuk pengadaan vaksin. Jika proses uji klinis tahap 3 berjalan lancar, 20 juta dosis vaksin bisa tersedia di akhir tahun. Dan untuk tahun depan, akan diproduksi hingga 250 juta dosis untuk Indonesia.

Selain itu, kerjasama juga dilakukan PT Kimia Farma dengan Grup42 (G42) dari Uni Emirat Arab (UEA). Nantinya, Indonesia akan memperoleh 10 juta dosis vaksin dari kerjasama ini pada akhir tahun 2020, kemudian ditambah lagi sebanyak 50 juta dosis untuk tahun depan.

"Jadi insya Allah, di akhir tahun ini ada 30 juta (dosis) dan di tahun depan ada 300 juta. Tetapi sebagai catatan, dari total kita dapatkan 330 juta mungkin 340 juta," kata Erick.

Advertisement

Namun, jumlahnya hanya cukup meng-cover 170 juta penduduk saja, karena vaksinasi dilakukan sebanyak 2 kali per orang. Oleh karenanya, diharapkan penjajakan ke lembaga dan perusahaan farmasi tadi bisa menghasilkan kesepakatan pengadaan vaksin sebagaimana yang sudah direncanakan.

Tak hanya itu, pihaknya juga memprioritaskan pembuatan Vaksin Merah Putih, yang mana ditargetkan untuk dapat mulai diproduksi di tahun 2022. Hal ini dikarenakan vaksin-vaksin hasil kerjasama hanya bertahan 6 bulan hingga 2 tahun sehingga Indonesia tidak bisa terus ketergantungan.

"Kita menyampaikan bahwa vaksin merah putih ini prioritas. Dari informasi didapatkan, insya Allah, uji-klinis tahap 1 dan 2 bisa berjalan tahun depan sehingga di tahun 2022 kita mulai produksi vaksin merah putih," tandasnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Hasil Uji Coba Memuaskan, Brasil Siap Luncurkan Vaksin Buatan China Tahun Ini
Berapa Lama Lagi Vaksin Covid-19 Akan Tersedia Secara Massal?
WHO Ingatkan Keamanan Paling
Uji Coba Vaksin Covid-19 Oxford Dihentikan Sementara Setelah Peserta Jatuh Sakit
Jokowi Minta Laporan Perkembangan Bibit Vaksin Merah-Putih
Pemerintah Libatkan 3 Perusahaan Swasta Produksi Vaksin Merah Putih

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.