Penjualan Terdampak Akibat Pandemi, Alfamart Janji Tak PHK Karyawan
Dia mengungkapkan perusahaan tetap berupaya bertahan di tengah pandemi Covid-19. Terkait penjualannya selama masa pandemi Covid-19, kata dia memang belum pulih 100 persen seperti sebelum pandemi.
PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) yang bergerak di bidang perdagangan eceran menegaskan bahwa tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) meskipun penjualannya terdampak pandemi Covid-19. Hal ini ditegaskan Regional Corporate Communications Manajer PT Sumber Alfaria Trijaya M. Faruq Asrori.
"Hal itu, sudah menjadi keputusan dipastikan tidak ada PHK," ujarnya dikutip dari Antara Kudus, Kamis (5/11).
Dia mengungkapkan perusahaan tetap berupaya bertahan di tengah pandemi Covid-19. Terkait penjualannya selama masa pandemi Covid-19, kata dia memang belum pulih 100 persen seperti sebelum pandemi.
Sementara seruan boikot terhadap produk Prancis, sebagai anggota asosiasi peritel Indonesia akan mengikuti kebijakan pemerintah.
Meskipun demikian, masyarakat perlu diberikan pemahaman bahwa produk yang dijual di Alfamart tidak ada yang diimpor langsung dari Prancis, melainkan hasil produksi dalam negeri dengan pekerja dari dalam negeri pula.
Di antaranya, produk susu bebelac diproduksi di Kerawang, sedangkan susu SGM diproduksi di Klaten.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau aksi boikot produk Prancis yang tertuang dalam surat yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Anwar Abbas dan Wakil Ketua Umum Muhyiddin Junaidi, tertanggal 30 Oktober 2020.
Baca juga:
Dampak Covid-19, Ribuan Buruh di Kabupaten Tangerang Terkena PHK
Disnakertrans Jabar Catat Hampir 20 Ribu Karyawan Perusahaan di-PHK Selama Pandemi
Kehilangan Pekerjaan karena Pandemi, Puluhan Korban PHK di Kediri Lakukan Ini
Frasa 'Paling Banyak' dalam Aturan Pesangon PHK Resmi Dihapus di UU Cipta Kerja
Daerah yang Tetap Naikkan UMP 2021 dan Ancaman PHK Besar-besaran
Gubernur Ganjar Minta Apindo Tak Khawatir Munculnya PHK Akibat Kenaikan UMP 2021