Peningkatan Penumpang Bandara Lombok Melonjak 18 Persen, Geliat Pariwisata NTB Kian Pesat
Trafik penumpang Bandara Internasional Lombok melonjak 18 persen pada awal 2026, menandakan geliat pariwisata dan ekonomi NTB kian pesat. Simak detail peningkatan dan peran konektivitas udara.
Pada periode Januari hingga April 2026, Bandara Internasional Lombok mencatat peningkatan signifikan dalam pergerakan penumpang. Peningkatan ini mencapai sekitar 18 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, 2025. Data tersebut menunjukkan geliat positif sektor pariwisata dan ekonomi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
General Manager Bandara Internasional Lombok, Aidhil Philip Julian, mengumumkan bahwa total penumpang mencapai 850.319 orang dalam empat bulan pertama 2026. Angka ini menegaskan bahwa konektivitas udara di Lombok semakin vital bagi pertumbuhan daerah. Peningkatan ini juga mencerminkan daya tarik Lombok sebagai destinasi wisata unggulan.
Peningkatan pergerakan penumpang ini tidak terlepas dari peran strategis Bandara Internasional Lombok sebagai gerbang utama. Bandara ini mendukung mobilitas wisatawan serta aktivitas ekonomi yang terus berkembang positif di wilayah tersebut. Hal ini juga menjadi indikator kuat bagi potensi investasi di NTB, khususnya di kawasan The Mandalika.
Lonjakan Trafik Penumpang dan Pergerakan Pesawat di Bandara Lombok
Data terkini dari PT Angkasa Pura Bandara Internasional Lombok menunjukkan pertumbuhan yang impresif pada awal tahun 2026. Pergerakan penumpang pada periode Januari-April 2026 mencapai 850.319 orang, meningkat signifikan sebesar 18,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Angka ini secara jelas menggarisbawahi daya tarik Lombok yang terus meningkat bagi wisatawan domestik maupun internasional.
Tidak hanya jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga mengalami lonjakan yang substansial. Selama empat bulan pertama tahun 2026, pergerakan pesawat tumbuh sebesar 35,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menandakan peningkatan frekuensi penerbangan serta kepercayaan maskapai terhadap potensi pasar yang menjanjikan di Lombok.
Berbagai maskapai nasional dan internasional turut berkontribusi besar terhadap peningkatan trafik ini. Maskapai terkemuka seperti Garuda Indonesia, Citilink, AirAsia, dan Scoot kini secara aktif melayani berbagai rute. Mereka berhasil menghubungkan Lombok dengan 11 destinasi domestik dan 2 rute internasional.
General Manager Bandara Internasional Lombok, Aidhil Philip Julian, menegaskan bahwa “Trafik peningkatan penumpang dan pergerakan penerbangan, menunjukkan mobilitas wisatawan serta aktivitas ekonomi di Lombok yang terus berkembang positif.” Penguatan konektivitas udara menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan pariwisata dan investasi di NTB.
Peran Vital Konektivitas Udara dalam Mendorong Pariwisata NTB
Konektivitas udara memegang peranan krusial dalam mendukung sektor pariwisata dan investasi di Nusa Tenggara Barat. Terutama di kawasan strategis seperti The Mandalika, aksesibilitas yang baik menjadi kunci utama untuk menarik pengunjung dan investor. Peningkatan frekuensi penerbangan langsung ke Lombok semakin memudahkan wisatawan dari berbagai daerah untuk berkunjung dan menikmati keindahan alamnya.
Bandara Lombok saat ini melayani konektivitas langsung menuju 12 destinasi domestik yang beragam. Destinasi tersebut meliputi kota-kota besar seperti Jakarta (CGK), Surabaya (SUB), Bali (DPS), dan Yogyakarta (YIA). Selain itu, juga terdapat rute ke Bima (BMU), Sumbawa Besar (SWQ), Makassar (UPG), Balikpapan (BPN), Labuan Bajo (LBJ), Waingapu (WGP), Tambolaka (TMC), dan Banyuwangi (BWX).
Untuk penerbangan internasional, Bandara Lombok menawarkan dua rute utama yang sangat diminati. Rute tersebut adalah Kuala Lumpur (KUL) yang dilayani oleh Batik Air Malaysia (OD) dan Singapura. Ketersediaan rute internasional ini secara efektif membuka gerbang bagi wisatawan mancanegara untuk menjelajahi keindahan Lombok.
Aidhil Philip Julian juga menyatakan bahwa “Kami juga melihat kebutuhan konektivitas menuju Lombok yang terus meningkat, baik dari wisatawan domestik maupun internasional.” Hal ini mendorong pihak bandara untuk terus berupaya meningkatkan fasilitas dan layanan guna memenuhi permintaan yang terus bertambah.
Sumber: AntaraNews