Pengusaha: Upah sangat tinggi, sektor padat karya banyak yang hilang
"Gerakan buruh lemahkan penerimaan di padat karya, upah minimum sedemikian tinggi."
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Hariyadi B. Sukamdani meminta para buruh bersama-sama dengan pengusaha untuk berpikir lebih luas lagi dengan mengutamakan kepentingan nasional.
Buruh dan pengusaha harus saling rangkul karena Indonesia saat ini tengah menghadapi persaingan global. Produktivitas harus ditingkatkan untuk menaikkan daya saing di berbagai sektor
"Terkait may day ke depan ada cara berpikir yang harus diubah. Jangan hanya mau kepentingan sepihak saja tapi juga kepentingan nasional terutama saya titip sangkut masalah padat karya," kata Hariyadi di Jakarta, Minggu (1/5).
Hariyadi menilai, sektor padat karya yang justru saat ini diperlukan untuk bisa menyerap tenaga kerja malah perlahan menghilang.
"(Sektor padat karya) Ini hilang banyak sekali dan justru sektor yang diperlukan saat ini. Tapi karena gerakan buruh lemahkan penerimaan di padat karya, upah minimum sedemikian tinggi, padat karya hilang banyak. Ini yang kita harapkan paradigma baru," ucap Hariyadi.
Sektor padat karya di Indonesia mendapat pesaing yang sangat kompetitif, yakni dari Vietnam. Hariyadi meminta semua pihak untuk bisa saling bekerja sama agar sektor padat karya Indonesia semakin kompetitif, terutama era persaingan di ASEAN dengan berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
"Nyatanya yang nikmati padat karya Vietnam. Vietnam yang nikmati ekspor tekstil dan produk tekstil USD 28 miliar loh. Kita hanya 14, separuhnya. Padahal penduduk mereka hanya 60 juta. Harus review lagi, jangan posisikan seolah pengusaha enggak fair mau tekan upah. Ini kenyataan sekarang pertumbuhan kita enggak bagus mencerminkan kualitas incomenya," tutur Hariyadi.
Baca juga:
Serangan buruh kasar warga asing ancam kesejahteraan buruh
Ada demo buruh, Transjakarta koridor Harmoni-Pulo Gadung dialihkan
5000 Buruh di Batam rayakan May Day di kawasan industri Muka Kuning
Menko Darmin: Kita tak hanya pikirkan buruh, tapi juga pengangguran
Joget dangdut bareng buruh, Gubernur Ganjar bagi duit Rp 1 juta
Perlindungan negara untuk buruh perempuan masih minim
Massa buruh mulai bergerak menuju gedung DPR dan Istana Negara