LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pengusaha Soal Bawang Putih: Mau Tidak Mau Kita Harus Impor

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman mengatakan kebijakan impor bawang putih harus dilakukan untuk menekan harga bawang putih yang melonjak di pasaran.

2019-04-16 17:04:43
Krisis Bawang Putih
Advertisement

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman mengatakan kebijakan impor bawang putih harus dilakukan untuk menekan harga bawang putih yang melonjak di pasaran.

"Bawang putih itu mau tidak mau harus impor, 90 persen ini impor. Pemerintah akan panggil dan sinkronkan, kalau stok ada dalam negeri itu akan kami pakai dulu. Ini kami harapkan cepat, kalau tidak nanti akan ada kekurangan," kata dia, di sela-sela acara Indonesia Industrial Summit 2019 di ICE, BSD, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (16/4).

Dia pun mengatakan telah menyampaikan secara pribadi kepada Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita terkait persoalan di bawang putih.

Advertisement

"Saya juga sudah sampaikan secara personal juga kepada Mendag, 'Pak ini ada masalah'. Kata Pak Mendag, 'Oh iya saya sudah tahu dan diantisipasi setelah pemilu'," ungkap Adhi.

Adhi menambahkan, dirinya tidak setuju apabila pemerintah menugaskan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mengimpor bawang putih sebanyak 100 ribu ton sementara tidak diwajibkan menanam 5 persen dari kuota impor bawang putih yang diberikan pemerintah.

Seperti diketahui, Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2017 tentang rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) di mana para importir diwajibkan ketentuan tanam sebesar lima persen dari kuota impor yang ditentukan pemerintah.

Advertisement

"Kalau swasta diwajibkan menanam, tapi Bulog tidak, kan level of playing field-nya nggak sama. Saya kira Bulog ini fungsinya sebagai buffer dan penyeimbang, jangan ikut bermain," jelas dia.

"Biarkan dunia usaha yang bermain, karena sekarang ini sudah bukan zamannya dikuasai oleh negara. Apalagi komoditas ini bukan bahan pokok," tutup Adhi.

Baca juga:
Harga Bawang Putih Mahal, Mendag Enggar Panggil Importir
Keputusan Mendag Enggar Tak Impor Bawang Putih Dinilai Tepat
Bantah Mendag, Menko Darmin Sebut Impor Bawang Putih Tetap Jalan
Mendag Enggar: Persediaan Bawang Putih Cukup Banyak di Gudang
KPPU Selidiki Lambatnya Proses Pengetatan Izin Impor Bawang putih
Pasokan Langka, Harga Bawang di Pasar Tradisional Meningkat Tajam

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.