Pengusaha: Penjualan makanan & minuman turun dibanding tahun lalu
"Keliatan peningkatan kurang begitu baik dibanding tahun lalu karena ternyata banyak supermarket yang stoknya masih cukup. Kalau tahun sebelumnya biasanya stoknya habis," kata Adhi.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S Lukman menyebut bahwa penjualan makanan dan minuman di 2017 menurun dibanding tahun lalu. Hal ini terlihat dari stok di sejumlah ritel masih melimpah.
"Kelihatan peningkatan kurang begitu baik dibanding tahun lalu karena ternyata banyak supermarket yang stoknya masih cukup. Kalau tahun sebelumnya biasanya stoknya habis," kata Adhi di Jakarta, Minggu (25/6) malam.
Penurunan penjualan terjadi dikarenakan kecilnya permintaan saat awal Ramadan, sehingga saat Lebaran stok masih melimpah. Melihat hal itu, dia memperkirakan penurunan tersebut mencapai 10 persen.
"Pada awal puasa penjualan masih belum begitu besar. Biasanya seminggu sebelum puasa sudah banyak permintaan. Kira-kira lebih rendah 10 persen dibanding tahun lalu," imbuhnya.
Meski demikian, Adhi mencatat pertumbuhan industri makanan dan minuman secara keseluruhan masih baik. "Seminggu setelah puasa baru mulai ada peningkatan yang signifikan," pungkasnya.
Baca juga:
5 Pedagang dan pengusaha ini raup untung segunung saat Lebaran
Sri Mulyani harap masyarakat tak gunakan uang cash untuk belanja
Sri Mulyani harap tradisi mudik bisa kurangi ketimpangan ekonomi RI
Strategi jitu manfaatkan turunnya uang muka rumah
Pengusaha rental: Sewa mobil untuk mudik sudah habis sampai 29 Juni