LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pengusaha Pastikan Aksi May Day Tak Ganggu Iklim Investasi

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan sejumlah perwakilan konfederasi serikat pekerja pada Jumat lalu akan membuat peringatan May Day menjadi lebih kondusif.

2019-04-28 10:02:35
May Day
Advertisement

Rencana aksi ribuan buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) diyakini tidak akan mengganggu iklim investasi dan usaha di dalam negeri.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan sejumlah perwakilan konfederasi serikat pekerja pada Jumat lalu akan membuat peringatan May Day menjadi lebih kondusif.

"Kan sudah sepakat pada pertemuan dengan Presiden kemarin, akan adakan aksi damai dan kegiatan-kegiatan yang kondusif. Jadi mestinya enggak masalah," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Minggu (28/4).

Advertisement

Pedagang Ini Raup Berkah Saat Hari Buruh
Sementara itu, terkait dengan salah satu tuntutan buruh yang akan disuarakan pada peringatan May Day ‎yaitu kenaikan upah, Shinta menilai sebenarnya hal tersebut telah dipenuhi oleh pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

"Solusi sebenarnya sudah ada di PP dengan fix formula yang diterapkan selama 5 tahun sudah dimasukkan faktor inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Namun memang Pemda harus mengikuti PP tersebut. Tapi masalahnya di implementasi ada daerah yang tidak mengikuti," kata dia.

Jika memang buruh tidak puas dengan kenaikan gaji yang diberikan oleh perusahaan tempatnya bekerja, lanjut Shinta, maka buruh seharusnya berkomunikasi dengan perusahaan dan menyatakan keinginannya tersebut. Bukan dengan menggelar aksi unjuk rasa.

Advertisement

"Sebenarnya yang penting ada fairness antara pemberi kerja dan penerima kerja. Maka dialog dan komunikasi sangat penting untuk mendapatkan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Pemerintah harus dapat memfasilitasi ini," tandas dia.

Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6

Baca juga:
Prabowo Direncanakan Hadiri Demo Buruh KSPI di Istora Senayan
Perwakilan Buruh Penuhi Undangan Polda Metro Terkait Demo May Day
Jadi tersangka demo anarkis, AM dinonaktifkan sebagai mahasiswa USD
Polda DIY diminta gerak cepat ungkap pelaku vandalisme ancam Sultan
Polisi tetapkan 12 tersangka kerusuhan demo buruh di Yogyakarta
Deddy Mizwar jelaskan alasan tak bisa berbuat banyak pada buruh di Jabar
Tak ada demo, begini perayaan May Day di Korea Utara

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.