Pengusaha Minta Fintech Bantu Pengusaha UMKM yang Belum Tersentuh Akses Perbankan
Di tengah kondisi Covid-19 ini, keberadaan dari fintech lending bisa berkembang dengan cepat dan mampu mengakselerasi ekosistem digital di Indonesia.
Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Rosan Roeslani menyebut bahwa industri financial technology atau fintech lending bisa menjangkau dan membantu pengusaha UMKM yang saat ini belum tersentuh perbankan atau unbankable.
"Inilah peran fintech lending bisa masuk ke situ bisa memberikan ke UMKM yang belum masuk sektor formal. Kita lihat peran dari fintech lending ini makin lama itu makin besar, dibandingkan tahun 2017-2020 itu kenaikannya 37 kali," kata Rosan dalam seminar nasional daring AFPI, Kamis (3/9).
Menurutnya, di tengah kondisi Covid-19 ini, keberadaan dari fintech lending bisa berkembang dengan cepat dan mampu mengakselerasi ekosistem digital di Indonesia. Harapannya, ini juga akan membuat banyak UMKM yang masuk ke ekosistem digital untuk mengembangkan bisnisnya.
Meskipun jumlah UMKM di Indonesia terhitung banyak, yakni 64 juta UMKM, namun UMKM yang baru masuk ke ekosistem digital baru 13 persen saja. Cakupannya itu lebih banyak terkonsentrasi di Jawa, sedangkan di luar Jawa cakupannya kurang lebih 14,5 – 15 persen saja.
Maka dari itu, Rosan sangat berharap industri fintech lending bisa lebih menyebar, cepat dan merata, karena fintech ini sangat transparansi, dan datanya bisa dipertanggungjawabkan.
Kehadiran pemerintah sebagai regulator sangat penting dalam rangka mendorong bagaimana industri dari fintech lending ini bisa membawa manfaat bagi seluruh rakyat di Indonesia, bukan hanya di kota-kota besar tapi juga di seluruh kota di Indonesia.
"Karena infrastrukturnya sudah didorong pemerintah tentunya masih akan dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan dan akselerasinya lebih cepat daripada perbankan," ujarnya.
Jumlah Pengguna Handphone
Dia menyebut, jumlah pengguna handphone aktif yang terdaftar saat ini sudah mencapai 320 juta orang. Berarti satu orang bisa lebih memiliki dua handphone. Begitu pula dengan pengguna internet kurang lebih 170 juta orang yang aktif, dan pengguna sosial media kurang lebih 150 juta orang.
"Memang kita modal infrastruktur ada, yang paling penting bagaimana kita mengakselerasi itu dengan cepat. Kalau kita lihat dari total fintech di ASEAN 20 persen ada di Indonesia, memang pangsa pasar kita besar, punya room to growth nya sangat besar dan signifikan ke depan," jelasnya.
Oleh karena itu, dia berharap fintech lending bisa menjangkau UMKM yang saat ini belum bankable. Dia yakin industri fintech lending ke depannya akan berkembang pesat dan manfaatnya bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com