Pengusaha keluhkan perbankan masih takut biayai sektor perikanan
"Bagaimana mau maju, kalau perbankan takut masuk ke sektor perikanan."
Wakil Ketua Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto mengeluhkan sulitnya akses perbankan untuk pengusaha perikanan dan nelayan. Padahal, sektor perikanan sangat membutuhkan sokongan dana dari perbankan dalam mengembangkan industrinya.
Dalam pandangan Yugi, para nelayan atau pengusaha perikanan sebenarnya memiliki potensi besar untuk menerima kredit. Sebab, kredit macet atau non performing loan (NPL) sektor perikanan saat ini sudah menurun.
"Bagaimana mau maju, kalau perbankan takut masuk ke sektor perikanan," ujarnya di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (2/11).
Perbankan hingga saat ini masih cenderung masuk kepada pembiayaan di sektor properti. Padahal, saat ini properti tengah mengalami ketidakstabilan.
Menurut dia, alangkah lebih baiknya jika perbankan mengalihkan fokus untuk sementara ke sektor perikanan. Sebab, potensi peningkatan penerimaan di sektor perikanan mencapai 10 kali lipat.
"Jadi akhir 2017 sektor properti baru recovery, jadi ke mana lagi mau melakukan pembiayaan? ya masuk ke perikanan, buat ikan kita 10 kali lipat," tuturnya.
Yugi juga mengingatkan pemerintah agar terus mendorong perbankan untuk menyalurkan pembiayaan yang besar di sektor perikanan. Harapannya, tahun depan sektor perikanan menjadi sangat bergairah.
"Padahal harus ada gebrakan, pemerintah harusnya jor-jorin di perikanan tapi yang terukur agar bergairah. Ya tapi perbankanya takut," pungkasnya.
Baca juga:
Gara-gara Menteri Susi, 7 UPI di Bitung terancam bangkrut
KKP: Indonesia akan jadi pusat bisnis perikanan budidaya dunia
Geramnya Menteri Susi, 5 produk ini jadi komoditas ekspor ilegal
Sri Mulyani minta perusahaan perikanan dan mutiara bayar pajak
Ini kronologis penyelundupan 404.385 benih lobster