Pengusaha janji bayar THR dua minggu jelang Lebaran
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah mengimbau para pekerja tidak perlu mengkhawatirkan pembayaran tunjangan hari raya (THR). Apindo janji THR akan diberikan dua minggu menjelang Lebaran.
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah mengimbau para pekerja tidak perlu mengkhawatirkan pembayaran tunjangan hari raya (THR). Apindo janji THR akan diberikan dua minggu menjelang Lebaran.
"Kami sudah memberikan imbauan kepada para pengusaha untuk segera membayarkan THR," kata Ketua Apindo Jawa Tengah Frans Kongi dikutip Antara, Selasa (30/5).
Menurutnya, sesuai dengan arahan dari pemerintah, THR dibayarkan dua minggu jelang Lebaran. Meski demikian, saat ini, ada beberapa perusahaan yang mulai melakukan pembayaran THR.
"Belum banyak, tapi beberapa sudah melakukannya. Ini untuk meringankan beban perusahaan pada jelang Lebaran," katanya.
Di sisi lain, Frans berharap adanya kesepakatan antara perusahaan dengan pekerja jika perusahaan yang bersangkutan mengalami kesulitan untuk pembayaran THR. Dari kejadian tahun-tahun sebelumnya, untuk kondisi tersebut THR akan dibayarkan sebanyak dua kali oleh perusahaan yang bersangkutan.
"Setengah dibayarkan jelang Lebaran, sisanya dibayarkan setelah Lebaran. Selama pekerja tahu dari awal tidak akan ada masalah," katanya.
Pihaknya juga berharap jika perusahaan kesulitan membayarkan THR, sejak awal harus ada keterbukaan kepada perwakilan serikat buruh. "Dengan demikian, pekerja bisa menerima kondisi tersebut. Bagaimanapun juga, ketika perusahaan kesulitan membayarkan THR, pekerja tidak bisa memaksakan kemampuan perusahaan tersebut," pungkasnya.
Baca juga:
Ini masukkan DPR agar pemerintah capai asumsi pertumbuhan 2018
Per Mei, KPPU terbanyak tangani perkara tender nilai total Rp 1000 T
Ramadan, Pertamina gandeng lurah berantas penimbunan elpiji 3 Kg
Sepanjang masa mudik, polisi & TNI disiagakan ekstra di 6 titik ini
2018, Mentan Amran siapkan bibit rempah Rp 2 triliun
Ini cara pemerintah Jokowi agar utang tak terus membengkak
Bos BI: Kondisi ekonomi cukup baik untuk ubah Rp 1.000 jadi Rp 1