Pengusaha desak pemerintah tekan ekspor kelapa
"Jangan terus dijual keluar, enaklah orang China, Thailand."
Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) mendesak pemerintah menekan ekspor kelapa. Mengingat penjualan kelapa ke luar negeri terus meningkat setiap tahunnya.
Itu membuat pengusaha pengolahan mengalami kelangkaaan pasokan kelapa
"Jangan terus dijual keluar. Enaklah orang China, Thailand. Thailand itu 2 tahun lalu impor kelapa dari Indonesia kira-kira 100 ribu sekarang itu sudah 38 juta kelapa segar dari Januari sampai Maret," ujar Ketua HIPKI Amrizal Idroes, di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (21/4).
Amrizal menambahkan, hilirisasi atau mengolah kelapa menjadi produk bernilai tambah bakal memberikan dampak positif terhadap perekonomian.
"Jadi sebetulnya komitmen kami untuk memajukan hilirisasi ini yang bisa menambah devisa, lapangan kerja, industri juga jadi lebih maju," katanya.
Pada 2011-2013, nilai ekspor kelapa mengalami penurunan. Namun pada 2013 sampai 2015 nilainya kembali meningkat.
Berikut daftar negara tujuan ekspor kelapa dan kontribusinya.
1. Tahun 2011 nilai ekspornya sebesar USD 1,4 juta dengan kontribusi ekspor disumbang oleh China sebesar USD 326.500
2. Tahun 2012 nilai ekspornya sebesar USD 1,29 juta dengan kontribusi ekspor disumbang oleh Belanda sebesar USD 278.435
3. Tahun 2013 nilai ekspornya sebesar USD 1,16 juta dengan kontribusi ekspor disumbang oleh India sebesar USD 187.782
4. Tahun 2014 nilai ekspornya sebesar USD 1,32 juta dengan kontribusi ekspor disumbang oleh Amerika Serikat sebesar USD 229.183
5. Tahun 2015 nilai ekspornya sebesar USD 1,37 juta dengan kontribusi ekspor disumbang oleh Belanda sebesar USD 209.571
(mdk/yud)