Pengemudi Bus AKAP Mengeluh, Tak Ada Pemasukan Selama Larangan Mudik
Larangan mudik untuk kedua kalinya pada masa Lebaran berdampak besar pada ekonomi pengemudi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Sama seperti tahun lalu, bus-bus yang biasanya mengangkut penumpang kini hanya terparkir di terminal.
Larangan mudik untuk kedua kalinya pada masa Lebaran berdampak besar pada ekonomi pengemudi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Sama seperti tahun lalu, bus-bus yang biasanya mengangkut penumpang kini hanya terparkir di terminal.
Salah satu pengemudi bus AKAP Merak-Bekasi, Sumanto mengatakan, tak ada pemasukan selama masa larangan mudik. Sebelum adanya larangan mudik, sebenarnya pendapatan sudah turun namun masih bisa untuk bertahan hidup.
"Sekarang sama sekali tak ada. Bisa dilihat semua terparkir disini. Orang-orang takut mudik karena ada larangan pemerintah. Sebelum ada larangan masih ada sedikit buat dibawa ke rumah," ujar Sumanto kepada merdeka.com di Terminal Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (11/5).
Sumanto melanjutkan, kebijakan larangan mudik ini sama sekali tidak mempertimbangkan kesejahteraan pengemudi bus. Padahal, para pengemudi berharap jika ada larangan mudik pemerintah bisa memberi bantuan.
"Ini namanya nggak adil mba. Tapi kami mau protes ke siapa. Mudik dilarang, padahal itu mata pencaharian kami. Rata rata istri kami tidak bekerja, mereka jaga anak. Kami juga pusing, perut harus diisi, kontrakan harus bayar, anak anak minta baju Lebaran," katanya.
Dia berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan paling tidak selama adanya larangan mudik. Bantuan pun diharap bisa diberikan langsung tanpa adanya perantara. Artinya dibagikan sesuai dengan perusahaan bus bekerja.
"Semua pasti memohon bantuan. Tapi jangan lagi dipersulit. Cukup berikan ke mandor kami bekerja, mereka punya data karyawannya. Kami yakin bantuan sekecil apapun saat ini sangat berarti," tandasnya.
Baca juga:
Agen Bus AKAP Terdampak Larangan Mudik
Potret Sunyi Terminal Arjosari Malang pada H-3 Lebaran
Polisi Tindak 84 Mobil Travel Bawa Pemudik di Sumsel Sejak 6 Mei
Pemprov Banten Tutup Lokasi Wisata di Zona Merah dan Oranye
Pemudik Terobos Pos Penyekatan Kedungwaringin Bekasi, Ini Penjelasan Polisi
Jual Beli Surat Hasil Rapid Test Antigen Palsu di Bali Terbongkar, 3 Pelaku Ditangkap