LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pengamat nilai kenaikan suku bunga tak buat Rupiah langsung menguat

Pengamat ekonomi, Michael Tjoajadi menilai keputusan BI menaikkan suku bunga merupakan upaya BI mengantisipasi terhadap kondisi perekonomian global saat ini. Meski demikian, hal ini tidak akan serta merta mendongkrak kondisi Rupiah yang saat ini masih tertekan.

2018-05-18 13:42:49
Suku bunga
Advertisement

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis point (bps) menjadi 4,50 persen.

Pengamat ekonomi, Michael Tjoajadi menilai keputusan BI menaikkan suku bunga merupakan sinyal pada pasar bahwa BI melakukan antisipasi terhadap kondisi perekonomian global saat ini, terutama adanya kenaikan FFR dan imbal hasil surat utang AS. Meski demikian, hal ini tidak akan serta merta mendongkrak kondisi Rupiah yang saat ini masih tertekan.

"Kalau dikatakan dampaknya langsung terhadap Rupiah tentu kita tidak bisa mengatakan seperti itu. Rupiah itu bagaimana pun dipengaruhi oleh apa yang terjadi juga dengan currency lain," kata Michael di Gedung BI, Jakarta, Jumat (18/5).

Advertisement

Michael menjelaskan, tren global saat ini Dolar Amerika memang menguat terhadap mata uang negara lain dengan besaran yang berbeda-beda setiap negara. "Bagaimana juga kita lihat bahwa mata uang lain pun di dunia ini general melemah pada mata uang Amerika. Dengan bervariasi rangenya, tapi melemah," ujarnya.

Sebagai informasi, Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen dan Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen.

"Rapat Dewan Gubernur BI pada 16-17 Mei 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-day repo rate sebesar 25 bps menjadi 4,5 persen. Berlaku efektif sejak 18 Mei tahun 2018," ujar Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, di Kantor BI, Jakarta, Kamis (17/5).

Advertisement

Agus mengatakan kebijakan tersebut ditempuh sebagai bauran kebijakan BI untuk konsisten dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di tengah berlanjutnya peningkatan ketidakpastian pasar keuangan dunia dan penurunan likuiditas global.

Selain itu, Bank Indonesia juga melanjutkan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai kondisi fundamentalnya dengan tetap mendorong bekerjanya mekanisme pasar.

Baca juga:
Rupiah diprediksi akan menetap di level Rp 14.000 per USD hingga 2019
Nilai tukar Rupiah terus merosot hingga ke level Rp 14.148 per USD
Di rapat paripurna, Ketua DPR sentil Sri Mulyani dan BI soal pelemahan Rupiah
Pelemahan nilai tukar Rupiah diprediksi tak lebih 6 bulan
Kenaikan suku bunga acuan diharap bisa perkuat nilai tukar Rupiah

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.