Pengamat: Impor beras tanda pemerintah masih punya kontrol
Pengamat Pertanian Khudori memandang kebijakan impor yang dilakukan pemerintah sebagai upaya pemerintah untuk mengontrol pasar beras di tanah air. Sebab, harga beras di Indonesia masih jauh lebih mahal dibandingkan harga beras di negara lain.
Pengamat Pertanian Khudori memandang kebijakan impor yang dilakukan Pemerintah sebagai upaya pemerintah untuk mengontrol pasar beras di tanah air. Sebab, harga beras di Indonesia masih jauh lebih mahal dibandingkan harga beras di negara lain.
"Paling tidak, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan mengirim sinyal ke pasar bahwa pemerintah itu masih punya kontrol pada pasar beras, jangan main-main loh pemain-pemain pasar yang dominan," ungkapnya dalam diskusi di KPPU, Jakarta, Senin (15/1).
Meski demikian, kebijakan yang dikeluarkan saat ini tidak tepat waktu karena berdekatan dengan waktu panen raya yang diperkirakan terjadi pada awal Februari, sedangkan beras impor diperkirakan datang di akhir bulan ini.
Sehingga, kehadiran beras impor yang bersamaan dengan waktu panen raya dikhawatirkan akan memakan harga gabah dan beras. "Ketika kita impor bukannya kita untung ketika Pemerintah memutuskan impor itu siapa yang diuntungkan," imbuhnya.
Dia menambahkan, efektivitas dari kebijakan ini akan terlihat setelah akhir bulan Januari 2018. "Kalau pasokan bertambah signifikan dan harga turun, saya kira sinyal yang dikirim Pemerintah itu berhasil. Tapi kalau tidak dan harga cenderung naik berarti sinyal itu tidak berhasil," tandasnya.
Baca juga:
Bulog siapkan anggaran Rp 15 triliun untuk impor beras 500.000 ton
Sri Mulyani tegaskan fokus pemerintah untuk stabilkan harga beras
Sudirman Said: Kalau jadi Gubernur, saya larang beras impor masuk Jateng
KPPU soal impor beras dialihkan ke Bulog: Bisa menambah cadangan stok dalam negeri
BPS akui Indonesia sering impor beras
Kementan diminta perbaiki data produksi beras dalam negeri