LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Penerimaan pajak tahun ini tak capai 90 persen dari target

Sampai dengan 24 Desember 2013, penerimaan pajak baru Rp 893,3 triliun di mana target APBNP ialah Rp 995,2 triliun.

2013-12-30 12:30:00
Pajak
Advertisement

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan memastikan target penerimaan pajak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun ini terealisasi tak sampai 90 persen. Sampai dengan 24 Desember 2013, penerimaan pajak sebesar Rp 893,3 triliun. Sedangkan APBN-P mengamanatkan setoran pajak seharusnya terkumpul Rp 995,2 triliun.

Kendati demikian, masih ada pertumbuhan penerimaan pajak, dibanding tahun lalu. "Pertumbuhan sekitar 11 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," kata Kepala Seksi Hubungan Eksternal Ditjen Pajak Chandra Budi dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (30/12).

Lantaran masih cukup jauh dari target, Chandra mengklaim pihaknya masih berusaha keras mengejar penerimaan hingga di atas Rp 900 triliun dalam sisa bulan ini. Salah satunya, lewat pembukaan kantor pajak pada momen cuti bersama 26 Desember lalu.

Advertisement

Angka pasti soal penerimaan pajak sepanjang tahun ini, kata Chandra, baru akan diketahui awal tahun depan. "Baru akan diketahui minggu pertama Januari 2014 mendatang karena biasanya diawal Januari kita masih menunggu rekonsiliasi data penerimaan pajak di Modul Penerimaan Pajak (MPN)," ungkapnya.

Sebelumnya, pemerintah mengakui tahun ini terlalu bergantung pada wajib pajak badan yang berorientasi ekspor, misalnya perusahaan batu bara atau kelapa sawit. Celakanya, sejak triwulan I 2013, sampai menjelang akhir tahun, harga komoditas unggulan Tanah Air di pasar internasional anjlok.

"Kita berusaha keras pindah ke basis pajak yang lain, tapi tetap enggak bisa menggantikan sektor berorientasi ekspor," ujar Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany di kantornya, Rabu (11/12).

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.