LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Penerimaan Lesu, Pemerintah Putuskan Tarik Utang Lebih Besar

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ketidakpastian ekonomi global sudah berdampak pada tertekannya ekonomi Indonesia. Dia tidak menutup kemungkinan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 akan semakin melebar.

2019-10-24 14:55:23
Sri Mulyani Indrawati
Advertisement

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ketidakpastian ekonomi global sudah berdampak pada tertekannya ekonomi Indonesia. Dia tidak menutup kemungkinan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 akan semakin melebar.

"Karena tekanan dari penerimaan yang sangat besar terutama dari kondisi ekonomi, pelaku-pelaku ekonomi kita di sektor manufaktur mengalami tekanan, pertambangan menurun cukup drastis. Maka kita melihat defisit kemungkinan akan melebar," kata Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (24/10).

Untuk itu, dirinya sudah mengeluarkan keputusan terkait pelebaran defisit, namun pembiayaan defisit tersebut tidak terlalu besar.

Advertisement

"Kita akan tetap kombinasikan dengan kombinasi domestik dan internasional. Saat ini, secara internasional suku bunga sangat rendah jadi ini akan memberikan opportunity kepada kita untuk mencari pembiayaan yang paling baik bagi kita. Nanti kita akan lihat," jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 31 Agustus 2019 sebesar 199,1 triliun. Defisit tersebut berasal dari belanja negara sebesar 2.461,1 triliun, sementara pendapatan hanya sebesar 1.189,3 triliun.

Dia mengatakan, defisit tersebut mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni sebesar 150,5 triliun. Defisit pada periode tersebut hanya sebesar 1,02 persen terhadap PDB, atau jauh lebih rendah dari realisasi Agustus tahun ini.

Advertisement

"Dengan demikian ada kenaikan defisit yang cukup besar, yaitu 32 persen dari tahun lalu. Angka 199 triliun itu adalah 1,24 persen dari PDB," ujar Menteri Sri Mulyani Indrawati saat Konferensi Pers, di Jakarta, Selasa (24/9).

Baca juga:
Digadang jadi Menteri Lagi, Airlangga Diminta Selesaikan Defisit Neraca Perdagangan
Stabilisasi Rupiah, Pemerintah Harus Atasi Defisit Migas
Pembentukan PIMD Pertamina Dinilai Perkecil Defisit Neraca Perdagangan
Defisit APBN per Agustus 2019 Naik 32 Persen Capai Rp199,1 Triliun
Di Rapat Paripurna, DPR Soroti Defisit APBN 2020
Menko Darmin Ramal Defisit Neraca Dagang Tahun Ini Hanya USD 2 Miliar

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.