LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Peneliti: 30 Persen Perokok Akan Berhenti Jika Harga Rokok Naik 50-100 Persen

Peneliti Perkumpulan Prakarsa, Widya Kartika menyatakan, tingginya prevalensi merokok di Indonesia tidak lepas dari harga rokok yang dinilai sangat rendah. Bila dibandingkan di kawasan Asia Tenggara, harga rokok di Indonesia berada pada level terendah.

2019-03-27 16:30:26
Industri Rokok
Advertisement

Prevalensi perokok di Indonesia relatif tinggi dibandingkan negara-negara lain di regional Asia. Merujuk data World Health Organization pada 2016, prevalensi merokok disejumlah negara seperti China dan India terus menurun, namun di Indonesia cenderung meningkat.

Peneliti Perkumpulan Prakarsa, Widya Kartika menyatakan, tingginya prevalensi merokok di Indonesia tidak lepas dari harga rokok yang dinilai sangat rendah. Bila dibandingkan di kawasan Asia Tenggara, harga rokok di Indonesia berada pada level terendah.

Widya mengatakan, salah satu cara untuk mengurangi prevalensi merokok di Indonesia yakni dengan cara menaikkan tarif cukai rokok. Dengan kenaikan ini, secara otomatis mengakibatkan harga akan efektif naik, sehingga mengurangi jumlah perokok.

Advertisement

Dari hasil riset penelitian Prakarsa sendiri menyatakan, apabila harga rokok meningkat sebesar 50-100 persen, akan berdampak secara signifikan pada kebiasaan merokok dengan mengurangi prevalensi merokok sekaligus mengurangi jumlah konsumsi rokok per hari.

"12 persen hingga 30 persen perokok berniat untuk berhenti merokok apabila harga rokok mengalami kenaikan masing-masing 50 persen atau 100 persen," ungkapnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (27/3).

Sementara, pada kelompok perokok yang berniat berhenti merokok, lebih dari setengahnya akan mengurangi jumlah rokok yang diisap. Semakin tinggi kenaikan harta, semakin banyak perokok yang mengurangi konsumsi rokok.

Advertisement

Sedangkan sejumlah besar perokok yang memilih untuk tetap merokok akan beralih ke merek rokok yang lebih murah sebagai respon atas kenaikan harga. "Perlu dicatat bahwa struktur tarif cukai rokok di Indonesia berkontribusi terhadap peralihan konsumsi rokok ke merek yang lebih murah," pungkasnya.

Baca juga:
Riset: Hanya 2 Persen Temuan Rokok Ilegal di 6 Kabupaten
Alasan HM Sampoerna Belum Pasarkan Iqos di Indonesia
Vape Indonesia Siap Ekspor ke Asia Tenggara di 2020
Satu Juta Vape Bercukai Bakal Diproduksi Tahun Ini
Pabrik Vape Bakal Dibangun di Bandung, Investasi Awal USD 10 Juta
Bea Cukai: Mayoritas Industri Vape Sudah patuh Aturan

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.