LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pendapatan Emiten Rumah Sakit Dinilai Bisa Terdongkrak Wabah Virus Corona

Ditambah lagi LPKR merupakan emiten di bidang kesehatan yang diprediksi akan menghadapi permintaan tinggi di saat kebutuhan kesehatan meningkat.

2020-03-05 13:42:00
Virus Corona
Advertisement

Pendapatan emiten PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) diprediksi akan tetap kuat menghadapi tantangan ekonomi di awal tahun 2020. Salah satu indikatornya yaitu sehatnya aspek finansial perusahaan. Hal ini ditunjang dengan pengambilan keputusan bisnis yang tepat melalui penjualan dua mal di awal tahun dan peluncuran obligasi yang direspons positif oleh pasar.

Data pembukuan LPKR mencatat lebih dari 70 persen pendapatan Lippo Karawaci berasal dari recurring income alias pendapatan berulang, yang memberikan stabilitas di saat situasi pasar bergejolak, salah satunya disebabkan merebaknya virus corona.

Divisi healthcare dan mal juga tercatat menjadi penopang pertumbuhan pendapatan yang kuat. Pertumbuhan pendapatan berulang (recurring income) yang kuat dari segmen layanan kesehatan dimotori oleh Siloam Hospitals.

Advertisement

Siloam terus membuat kemajuan dalam hal ekspansi dan saat ini mengoperasikan 37 rumah sakit di 28 kota di Indonesia. Pendapatan dari segmen bisnis mal dan lain-lain juga terus naik.

Analis OSO Sekuritas, Sukarno Alatas mengatakan, kesehatan LPKR dengan proporsi recurring income besar dapat mendorong sentimen positif.

"Semakin tinggi pendapatan berulang itu akan semakin baik. Recurring income tinggi menjadi salah satu indikator perusahaan memiliki fundamental yang kuat," ujar Sukarno di Jakarta, Kamis (5/3).

Advertisement

Kesehatan emiten dengan proporsi recurring income yang besar menjadi kekuatan terbesar LPKR menghadapi ketidakpastian ekonomi, salah satunya akibat virus corona. Ditambah lagi LPKR merupakan emiten di bidang kesehatan yang diprediksi akan menghadapi permintaan tinggi di saat kebutuhan kesehatan meningkat.

"Belum lagi aksi korporasi sepanjang awal tahun juga dipandang sangat baik. Hal ini bisa jadi sentimen positif. Dengan dana segar yang didapatkan, harapannya LPKR akan melakukan berbagai upaya agar dapat meningkatkan kinerja ke depannya," tegas Sukarno.

Saham Lippo Karawaci

Sementara itu, saham LPKR yang selalu tercatat sebagai saham yang paling dicari investor dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Hal ini mengindikasikan persepsi investor bahwa LPKR memiliki prospek positif. Meski memang sentimen tersebut masih bersifat jangka pendek. "Karena kita harus melihat perkembangan kinerja ke depannya seperti apa," ujar Sukarno.

Namun, dia optimis, penyederhanaan izin omnibus law, akan positif juga untuk emiten properti seperti LPKR maupun emiten properti lain. Sehingga terus mendorong kinerja perusahaan semakin positif.

"Pasti positif, tinggal emitennya apakah bisa memanfaatkan dengan baik," ucap dia.

Dalam jangka panjang kinerja LPKR diprediksi terus meningkat di tahun 2020 sebagai akibat dari dijalankannya strategi deleverage dan keberhasilan kepemimpinan manajemen.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham LPKR masuk ke dalam daftar 10 saham paling diburu investor asing pada tanggal 30 Januari, 3 Februari, dan 13 Februari 2020. Terakhir pada tanggal 13 Februari 2020 lalu, LPKR menjadi saham kedua yang paling banyak diburu oleh investor asing setelah PGAS dengan total pembelian mencapai 21,21 juta lembar pada harga Rp232 per lembar.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.