LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Penanganan Pandemi Lebih Penting Dibanding Membahas Pengecatan Pesawat Kepresidenan

Langkah pemerintah melakukan pengecatan Pesawat Kepresidenan menjadi sorotan karena dinilai tidak pas dilakukan di tengah krisis akibat pandemi covid-19. Bahkan, banyak yang menilai pengecatan ulang pesawat merupakan bentuk foya-foya.

2021-08-04 14:00:03
pesawat kepresidenan
Advertisement

Langkah pemerintah melakukan pengecatan Pesawat Kepresidenan menjadi sorotan karena dinilai tidak pas dilakukan di tengah krisis akibat pandemi covid-19. Bahkan, banyak yang menilai pengecatan ulang pesawat merupakan bentuk foya-foya.

Pengamat Penerbangan Alvin Lie mengungkap biaya pengecatan ulang pesawat Kepresidenan B737-800 yang sangat fantastis. Jumlahnya mencapai USD 100 ribu sampai USD 150 ribu atau sekitar Rp 1,4 miliar hingga Rp 2,1 miliar.

Menanggapi, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai pengecatan pesawat bukan hal yang penting. Dia lebih melihat bagaimana Pemerintah melaksanakan tugasnya dalam penanganan pandemi covid-19.

Advertisement

"Pengecatan pesawat bukan hal yang penting, membahasnya juga tidak penting. Saya Lebih memilih melihat bagaimana pemerintah melaksanakan tugas pokoknya, bagaimana penanggulangan pandemi dan bagaimana penyaluran bantuan kepada masyarakat," kata Piter kepada Liputan6.com, Rabu (4/8).

Lebih lanjut, jika ditanya etis tidaknya pengecatan pesawat kepresidenan tersebut, maka akan banyak sekali permasalahan yang muncul. Namun yang penting semua berjalan sesuai tugas dan arahan Presiden.

"Kalau Kita bahas etis tidak etis, nanti akan banyak sekali (yang dipermasalahkan). Misalnya Pak Menteri Masih dapat tunjangan, etis tidak etis? Kenapa gak semuanya disumbangkan untuk bantu Masyarakat miskin. Masing-masing ada yang bertanggung jawab, apakah para pejabat tersebut melaksanakan arahan presiden secara optimal," ujarnya.

Advertisement

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Faldo Maldini mengatakan bahwa rencana pengecatan pesawat Kepresidenan RI sudah dimulai sejak 2019. Menurut dia, biaya pengecatan pesawat yang mencapai Rp 2 miliar pun sudah dianggarkan di APBN.

Dia memastikan saat ini anggaran pemerintah sudah difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19. Hal ini sebagaimana aturan dari Kementerian Keuangan.

"Anggaran saat ini sudah fokus pada pandemi, sesuai dengan aturan dan ketentuan Kementerian Keuangan. Rencana ini tentunya sudah ada juga di dalam APBN, jadi ya harus dilaksanakan," kata Faldo, Rabu (4/8).

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Sri Mulyani Prediksi Anggaran Kesehatan Melebihi Rp300 Triliun Tahun Ini
Sri Mulyani Pantang Menyerah Meski Covid-19 Varian Delta Hambat Pemulihan Ekonomi
Realisasi PEN per Juli Rp305 T, Bantuan PKL Masih Tahap Finalisasi
Dorong Pemulihan Ekonomi, Pengusaha Minta BPUM Disalurkan Tepat Sasaran
Pemerintah Target Vaksinasi Covid-19 Mampu 2 Juta per Hari
Bank Dunia Soroti Pentingnya Adopsi Teknologi Digital dalam Pemulihan Ekonomi

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.