Penambahan subsidi Solar bantu pulihkan keuangan Pertamina
Direktur Pemasaran Pertamina M Iskandar mengatakan penambahan subsidi untuk solar akan membantu keuangan perseroan. Sebab, selama ini Pertamina masih menombok agar harga bahan bakar minyak (subsidi) Premium dan Solar tidak akan naik hingga tahun 2019.
Pemerintah akan menambah alokasi subsidi untuk solar menjadi Rp 1.000 per liter dari sebelumnya Rp 500 per liter. Bersamaan dengan hal tersebut pemerintah juga berencana menambah subsidi listrik untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Direktur Pemasaran Pertamina M Iskandar mengatakan penambahan subsidi untuk solar akan membantu keuangan perseroan. Sebab, selama ini Pertamina masih menombok agar harga bahan bakar minyak (subsidi) Premium dan Solar tidak akan naik hingga tahun 2019.
"Menteri keuangan sudah ngasih tambahan subsidi Rp 500 dalam rangka menstimulus. Itu karena Solar lebih dalam lagi Rp1.800 per liter," ujarnya, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (14/3).
Meski demikian, dia enggan menyebutkan seberapa besar uang yang harus dikeluarkan oleh Pertamina selama harga BBM penugasan tidak dinaikkan. Untuk BBM penugasan jenis Solar, Pertamina harus menanggung margin pembayaran untuk menutupi kekurangan jual Solar yang lebih besar, yakni Rp 1.800 per liter.
"Sampai dengan tahun ini Rp 900-an. Sampai Desember 2017 Rp 900 per liter kali volume 12 jutaan volumenya," imbuhnya.
Baca juga:
DPR minta pemerintah kaji ulang PP holding migas, ini alasannya
Pertamina prediksi distribusi elpiji 3 kg melebihi kuota di 2018
Kementerian BUMN beberkan tantangan harus dihadapi Pertamina ke depan
Masih negosiasi, Acrandra persilakan Pertamina impor gas dari Aljazair
Bos Pertamina klaim mampu hemat Rp 39,79 triliun berkat inovasi