Pemilu 2024 Bakal Dongkrak Kinerja Surya Citra Media
Direktur Utama PT Surya Citra Media Tbk, Sutanto Hartono menuturkan, saat ini industri televisi menghadapi tantangan makro ekonomi setelah pandemi Covid-19. Ini ditunjukkan dari konsumsi masyarakat yang hati-hati sehingga berdampak terhadap belanja iklan industri barang konsumsi.
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) berharap momen pemilihan umum (Pemilu) 2024 bisa mendongkrak belanja iklan di tengah tantangan makro ekonomi.
Direktur Utama PT Surya Citra Media Tbk, Sutanto Hartono menuturkan, saat ini industri televisi menghadapi tantangan makro ekonomi setelah pandemi Covid-19. Ini ditunjukkan dari konsumsi masyarakat yang hati-hati sehingga berdampak terhadap belanja iklan industri barang konsumsi.
Baca berita Pemilu 2024 di Liputan6.com
Sutanto mencontohkan, saat momen Ramadan yang biasanya belanja iklan tinggi, tetapi relatif biasa pada 2023.
"Pasca-pandemi masyarakat melakukan kegiatan mudik secara full. Travelling jadi mahal dengan tiket pesawat mahal demikian juga hotel, ini menjadi prioritas masyarakat sehingga masyarakat tidak spending lebih di kebutuhan sehari-hari. Ini dinamika tahun ini," ujar dia saat paparan publik perseroan, Rabu (14/6).
Selain itu, bisnis digital seperti e-commerce, edu tech yang melakukan ekspansi agresif dalam delapan tahun terakhir dengan kegiatan pemasaran mulai fokus untuk menghasilkan laba. Hal ini seiring permintaan investor untuk pelaku usaha bisnis digital ciptakan laba dan bukan lagi pertumbuhan.
"Ada perubahan animo investor sekarang ini tak lagi tuntut growth tapi profitabilitas sehingga mengubah melakukan ekspansi dan bagaimana mereka lakukan ekspansi salah satunya kurangi spending, kurangi pegawai terjadi pengurangan pegawai di mana-mana dan pengurangan marketing expenses. Biasanya expenses growth dominan kita terkena imbasnya," ujar dia.
Akan tetapi, pada 2023, menurut Sutanto kondisi makro ekonomi lebih dominan pengaruhi industri televisi. Hal ini seiring platform digital global juga alami penurunan pada kuartal I-2023.
"Saat ini digital juga ada saingan dengan influencer, hal dinamika terjadi tahun ini disebabkan kekuatan growth ekonomi kita, tetapi ini bukan pertama kali. Kalau melihat ke belakang momen tahun-tahun tertentu pressure penurunan, tetapi kita optimis siklus. Kita bicara soal pemilu mengharapkan jadi salah satu economy growth terjadi pertukaran di masyarakat," ujar dia.
Pemilu Beri Kepercayaan ke Investor
Dia berharap pemilu dapat berjalan aman dan sukses sehingga dapat memberikan kepercayaan kepada investor untuk investasi pada 2024. Dengan demikian, ekonomi dapat kembali pulih sehingga meningkatkan belanja iklan.
Sutanto mengatakan, pihaknya mengantisipasi belanja pemilu setiap lima tahun sekali. Dia optimistis media televisi masih menjadi pilihan untuk belanja iklan pemilu.
"Media televisi merupakan paling massal jangkau masyarakat untuk partai, caleg, dan capres pasti membutuhkan exposure signifikan," kata dia.
Selain mengandalkan televisi free to air (FTA), perseroan juga mengembangkan model bisnis influencer sebagai salah satu pilihan untuk pemasaran.
"Kami tak hanya fokus ke FTA tapi masuk ke bidang-bidang memerlukan service level berbagai jenis marketing contoh influencer memiliki bisnis yang melakukan influencer management. Investasi di RANS sehingga nanti kita harapkan kegiatan pemilu tak hanya televisi tetapi juga bisnsi unit lain bergerak di bidang jasa," tutupnya
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)