Pemerintah yakin 99 persen daerah perbatasan teraliri listrik 2019
Ditargetkan sebanyak 47 daerah perbatasan teraliri listrik pada 17 Agustus mendatang.
Pemerintah tengah menggenjot program listrik pedesaan. Diyakini sebanyak 99 persen daerah perbatasan teraliri listrik pada 2019.
"Program ini akan membuat elektrifikasi di Indonesia naik," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman saat diskusi mingguan dihelat merdeka.com, Radio Republik Indonesia, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Institut Komunikasi Nasional (IKN), dan PT Sewatama bertajuk "Energi Kita: Menagih Janji Terang di Perbatasan", di Jakarta, Minggu (10/5).
Jarman mengungkapkan, hanya 67 persen wilayah Indonesia teraliri listrik pada 2010. Itu meningkat menjadi 84,35 persen pada tahun lalu.
"Kami harapkan 2019, semua daerah perbatasan harus bisa menikmati listrik dan rasio eletrifikasi itu bisa capai 99 persen di 2019," ujarnya.
Menurutnya, pemerintah serius mengaliri listrik di seluruh Tanah Air. Itu dibuktikan dengan membentuk tim peningkatan rasio elektrifikasi dikepalai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil.
"Kami mengharapkan industri dalam negeri dengan bersinergi untuk meningkatkan rasio elektrifikasi. Sehingga ketahanan energi dapat tercapai."
Dalam waktu dekat, pemerintah menargetkan sebanyak 47 daerah perbatasan teraliri listrik pada 17 Agustus mendatang. Itu membutuhkan pasokan listrik 66 Megawatt (MW) dengan anggaran Rp 1,1 triliun untuk membangun 144 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas hingga 500 Kilowatt (KW).
"Saat ini sedang proses proses pengadaan," ujarnya.
(mdk/yud)