Pemerintah tawarkan proyek mobil non-perkotaan ke swasta
"Sebetulnya bukan mobil nasional ya. Kami melihat kebutuhan akan angkutan di pedesaan, perkebunan serta pertambangan."
Pemerintah bakal menawarkan proyek mobil untuk masyarakat non-perkotaan kepada investor swasta. Sebagai pemanis, bakal ada insentif perpajakan seperti biasa diberikan pemerintah kepada produsen otomotif lainnya.
Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan proyek itu muncul dalam rapat kabinet membahas industri otomotif nasional.
"Sebetulnya bukan mobil nasional ya. Kami melihat kebutuhan akan angkutan di pedesaan, perkebunan serta pertambangan. Salah satu swasta, esemka berminat masuk ke pasar itu," kata Saleh di sela-sela cara ekspor perdana motor Suzuki ke Jepang, Eropa, Oceania dan ASEAN, Tambun, Bekasi, Jumat (27/2).
Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengatakan mobil angkut bakal diproduksi mulai tahun depan. Kendaraan dengan kapasitas mesin di bawah 1000 cc itu bakal dibanderol dengan harga berkisar Rp 70 juta-Rp 80 juta per unit.
"Mobil multiguna pedesaan. Kemarin habis dirapatkan dengan Presiden. Rencananya 2016 bisa diproduksi. Kalau untuk (lokasi) pabrik akan dikaji dulu," katanya.
Dia mengklaim mobil pedesaan itu bakal didominasi komponen lokal. "Jadi sekitar 70 persen-80 persen kandungan lokalnya dari dalam negeri," ucapnya.
Baca juga:
Esemka andalan Jokowi 'cuma' jadi mobil angkutan pertanian
Jokowi pilih Proton jadi mobnas, Esemka angkutan pedesaan
Pemerintah tawarkan proyek mobil non-perkotaan ke swasta
Kadin minta masyarakat bantu Proton cicip pasar Indonesia
Menko Sofyan sebut Esemka akan kalah bersaing jika jadi mobnas