Pemerintah tawarkan pengembangan kawasan industri Teluk Bintuni ke investor
Kementerian Perindustrian menggelar Market Sounding Pengembangan Kawasan Industri Petrokimia Teluk Bintuni. Di depan para investor pemerintah menawarkan pengembangan Kawasan Industri Petrokimia, di Teluk Bintuni, Papua Barat.
Kementerian Perindustrian menggelar Market Sounding Pengembangan Kawasan Industri Petrokimia Teluk Bintuni. Di depan para investor pemerintah menawarkan pengembangan Kawasan Industri Petrokimia, di Teluk Bintuni, Papua Barat.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Kabupaten Teluk Bintuni mempunyai prospek yang besar untuk berkembang sebagai wilayah industri karena memiliki sumber daya alam yang besar.
"Wilayah Teluk Bintuni diperkirakan memiliki cadangan gas bumi sebesar 23,7 triliun kaki kubik (TCF). Pemerintah perlu memastikan pemanfaatan gas bumi tersebut diutamakan kepada pemenuhan kebutuhan domestik agar dapat menggerakan ekonomi di dalam negeri," kata Airlangga di Jakarta, Senin (24/9).
Dia menjelaskan, pada pengembangan awal, 50 Hektar dari total 200 hektar lahan yang akan dibebaskan, dipegunakan untuk mengembangkan Anchor Industry dengan dukungan komitmen ketersediaan gas oleh BP Tangguh Tahap I sebesar 90 MMSCFD di tahun 2021 dan Tahap II sebesar 90 MMSCFD di tahun 2026 dengan jangka waktu masing-masing 20 tahun.
"Sisa cadangan lahan digunakan untuk tahap III sebesar 176 MMSCFD dari Genting dan potensi industri lain yang bisa dikembangkan," jelas dia.
Lokasi Kawasan Industri Petrokimia direncanakan dibangun di Kampung Onar Baru, Distrik Sumuri, Teluk Bintuni. "Kami mengapresiasi pemerintah daerah yang telah membantu mensosialisasi kepada masyarakat adat di Distrik Sumuri sehingga kita mendapat dukungan penuh untuk mewujudkan pengembangan industri di Teluk Bintuni," imbuhnya.
Pemerintah berharap Kawasan Industri Petrokimia di Teluk Bintuni akan berkembang seperti kawasan industri petrokimia yang sudah berkembang pesat saat ini.
"Sebagai contoh, kawasan industri petrokimia di Bontang, Kalimantan Timur, yang merupakan klaster industri petrokimia pertama yang sudah berjalan lebih dari 30 tahun," tandasnya.
Baca juga:
Ini strategi OJK tingkatkan pasar modal Indonesia
Kemenkeu kaji rencana penurunan pajak bunga obligasi
Temui Presiden Jokowi, Amazon akan tanam investasi Rp 14 triliun di Indonesia
Di depan ratusan pengusaha, Sri Mulyani bahas tantangan pembangunan infrastruktur RI
Bos Geo Dipa optimis pertemuan IMF-World Bank datangkan banyak investor ke RI