Pemerintah siapkan SNI untuk batik
Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Eddy Siswanto, mengatakan saat ini pihaknya tengah menyiapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) khusus untuk batik. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan beberapa pihak salah satunya Balai Besar Kerajinan dan Batik.
Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Eddy Siswanto, mengatakan saat ini pihaknya tengah menyiapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) khusus untuk batik. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan beberapa pihak salah satunya Balai Besar Kerajinan dan Batik.
"Ada metodenya. Sekarang kita kembangkan alatnya. Ada metode yang terbaru. Ada 260 yang kerjakan SNI untuk batik," ungkapnya di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Jumat (29/6).
Hal ini dilakukan agar produk batik dalam negeri tidak digerus oleh kehadiran batik print dari luar negeri. "Nanti (dengan SNI itu) bisa dites, ini batik tulis, atau print. Kita juga sedang eksplorasi pewarna alami. Ada macam-macam. Sehingga nanti akan hasilkan warna alami yang variasinya," jelas dia.
Menurutnya, SNI batik tersebut akan sangat membantu para penjual batik, baik online maupun offline untuk menyeleksi batik yang masuk. Juga untuk menjamin bahwa batik yang dijual memang berkualitas.
"Harus ada batik mark-nya. Jarang sekali jual yang cap. Kalau jual yang cap tulis bahwa ini cap. Pembeli juga tahu saat mau beli, bahwa ini yang benar dan tidak abal-abal," kata dia.
Menanggapi hal ini, Head of Government relation Shopee, Radityo Triatmojo mengaku pihaknya sebagai market place akan sangat terbantu jika SNI batik ini benar-benar terwujud. "Kita tentu senang sekali ya. Dengan begitu kurator kita juga tidak akan terlalu sulit untuk menyeleksi batik yang masuk ke kita," katanya.
Dia mengharapkan proses penyiapan SNI batik ini dapat segera terlaksana. Namun tentu diharapkan nantinya Pemerintah mengatur sistem sedemikian rupa, sehingga pengurusan SNI ini tidak malah menghambat proses bisnis.
"Tentu harus cepat ya. Proses untuk mendapatkan SNI. Jadi proses apakah ya (sesuai standar) atau tidak, itu harus dipercepatnya," tandasnya.
Baca juga:
Pemerintah akan wajibkan produk pelumas di Indonesia ber-SNI
Bela bawahan soal aturan mainan SNI, Sri Mulyani salahkan ketidakjelasan aturan
ESDM soal wajib SNI di Ketenagalistrikan: Selain bermanfaat, listrik juga berbahaya
Ancaman gempa meningkat, PUPR terapkan standar SNI untuk pembangunan infrastruktur
Penjelasan lengkap aturan kewajiban SNI untuk mainan impor