Pemerintah Siapkan Mekanisme Pengelolaan Dana Kelurahan
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan bersama kementerian Dalam Negeri akan menetapkan mekanisme agar penggunaan dana kelurahan fokus terhadap pembangunan infrastruktur, sama seperti dana desa. Namun, pengelolaannya tetap diperuntukkan di tingkat kelurahan.
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan bersama kementerian Dalam Negeri akan menetapkan mekanisme agar penggunaan dana kelurahan fokus terhadap pembangunan infrastruktur, sama seperti dana desa. Namun, pengelolaannya tetap diperuntukkan di tingkat kelurahan.
"Kami bersama Menteri Dalam Negeri akan menetapkan bagaimana mekanisme agar dana tersebut tetap berfokus kepada sama yang di lakukan pada dana desa, adalah untuk infrastruktur umum, pelayanan umum yang bapak Presiden mengharapkan," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di PKN STAN, Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (18/11).
"Supaya betul-betul fokus untuk memperbaiki dari sisi berbagai macam investasi-investasi pembangunan di kelurahan, termasuk fasilitas umum yang mungkin masih tertinggal," imbuhnya.
Sri Mulyani menambahkan, Dana kelurahan yang akan cair di tahun 2019 mendatang, juga bisa digunakan untuk peningkatan pembangunan kapasitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Termasuk untuk meningkatkan pembangunan kapasitas ekonominya ataupun kesejahteraan masyarakat.
Menurut Sri Mulyani, dana Desa dan kelurahan adalah hal berbeda, melihat pengelola keuangannya dilakukan oleh Non-PNS untuk dana Desa. "Kalau dari landasan hukumnya kan berbeda, karena dana kelurahan itu adalah merupakan Lurah adalah aparat dari pemerintah Daerah di kabupaten atau Kota, oleh karena itu mekanismenya melalui apa yang disebut APBD-nya," jelasnya.
Baca juga:
Deretan Kebijakan Jokowi jadi Polemik Karena Lahir Jelang Pilpres 2019
Menkeu Sri: Dana Rp 3 triliun bukan untuk menggantikan anggaran kelurahan
Jokowi tegaskan dana kelurahan untuk kurangi kemiskinan
Bahas dana kelurahan, Jokowi gelar rapat terbatas di Istana Bogor
Erick Thohir soal politisi 'sontoloyo': Jokowi tak ingin rakyat dibohongi