Pemerintah Siapkan Insentif Proyek Hilirisasi Batu Bara
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menuturkan bakal memberikan berbagai insentif untuk proyek hilirisasi batubara. Tujuannya agar sektor hilir ini bisa ekonomis dan kompetitif, sehingga nantinya bisa semakin berkembang.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menuturkan bakal memberikan berbagai insentif untuk proyek hilirisasi batubara. Tujuannya agar sektor hilir ini bisa ekonomis dan kompetitif, sehingga nantinya bisa semakin berkembang.
"Banyak insentif yang kita berikan, supaya hilir (batubara) ini bisa ekonomis dan kompetitif," ungkap Menteri Arifin di Jakarta, Senin (11/1).
Salah satu proyek hilirisasi yang tengah dilakukan adalah gasifikasi batubara kalori rendah menjadi Dimethyl Ether (DME) yang nantinya digunakan untuk substitusi Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Apabila proyek gasifikasi ini berkembang, kata Arifin, diharapkan akan signifikan menekan angka impor LPG karena produk DME bisa menjadi substitusi LPG. Apalagi impor LPG dari tahun ke tahun terus meningkat seiring dengan semakin bertambahnya permintaan LPG di Tanah Air.
"Karena pemanfaatan hilirisasi batubara itu bisa menjadi substitusi LPG. Kalau bisa substitusi LPG, maka ini bisa amankan devisa cukup besar. Pemakaian LPG tiap tahun terus meningkat dan kita punya batubara untuk memproduksi DME," jelas dia.
Baca juga:
Harga Batu Bara Naik Menjadi USD75,84 Per Ton Dipicu Pemulihan Ekonomi China
Aksi Aktivis Tolak Pembangunan PLTU Jawa 9 dan 10
CEK FAKTA: Tidak Benar Indonesia Obral Murah Batu Bara ke China, Ini Faktanya
China Borong Batu Bara Indonesia Senilai Rp20,6 Triliun
Menteri ESDM: Kebutuhan Batu Bara Capai 277 Ton di 2040
Cadangan Migas RI Hanya Cukup 9 Tahun, ini Strategi ESDM Genjot Eksplorasi