LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pemerintah: Sekarang sangat mudah bangun bisnis di Indonesia

"Kita bekerja keras untuk meningkatkan ranking kita. Minggu lalu World Bank merilis ease of doing business Indonesia naik menjadi peringkat 91."

2016-11-01 17:23:37
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Lukita Dinarsyah menyebut, Indonesia berpeluang untuk dapat meningkatkan nilai investasi. Apalagi, laporan World Bank menyatakan Ease of Doing Business‎ (EoDB) Indonesia naik dari peringkat 106 ke peringkat 91.

"Kita bekerja keras untuk meningkatkan ranking kita. Minggu lalu World Bank merilis ease of doing business Indonesia naik menjadi peringkat 91.‎ Sekarang sangat mudah untuk membangun bisnis di Indonesia," ujar Lukita di Jakarta, Selasa (1/11).

Menurutnya, untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan infrastruktur memang dibutuhkan investasi dari swasta. Sebab, saat ini kemampuan APBN Indonesia sangat terbatas.

Advertisement

Salah satu upaya pemerintah meningkatkan investasi adalah dengan mengeluarkan kebijakan deregulasi, terhitung sudah 13 paket kebijakan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk lebih ramah terhadap investasi asing.

Tak hanya itu, Lukita juga memaparkan usaha pemerintah agar dana asing dapat terus masuk ke Indonesia, dengan menawarkan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

"Konsep yang akan dikembangkan berbeda-beda. Sebagai negara yang memiliki industri lebih maju dari pada Indonesia, Korea Selatan diharapkan berpartisipasi dalam pembangunan industri di KEK tersebut," ungkapnya.

Advertisement

Dalam kesempatan tersebut, Lukita juga memaparkan reformasi kebijakan yang telah dilakukan pemerintah guna menangkis gejolak perekonomian global. Mulai dari pemangkasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia.

"‎Kita juga mengundang pengusaha untuk investasi di Indonesia. Indonesia sangat open dengan foreign investment," ucap Lukita.

Baca juga:
Kemenkeu sebut desain rumah berlift atas permintaan SBY
Darmin: Inflasi 2016 di bawah 3 persen, lebih rendah dari target
Survei: Pekerja Indonesia paling bahagia di Asia
BPS: Nilai impor cangkul tidak besar, apalagi harganya murah
Pesawat kecil bakal dilarang di Bandara Soekarno-Hatta & Ngurah Rai

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.